081575636155 sibiyaumi@gmail.com

BUNDA..YUK KITA HINDARI MENCELA ANAK KITA #InfoBiasYaumi

Nov 14, 2020Kabar Sekolah, Kolom Ustadz Ustadzah0 Komentar

www.biasyaumifatimah.com Salah satu perilaku negatif yang kadang tidak terasa dilakukan oleh orang tua adalah mencela anaknya. Kadang orang tua dalam keadaan emosi mengatakan hal yang buruk tentang anaknya, seperti “kamu bodoh” atau “kamu nakal”.

Tidak ada seorang anakpun yang suka dicela, bahkan kita orang dewasa pun ketika dicela akan merasa tidak suka. Kadang ketika kita ingin mengubah perilaku anak kita, kita tunjukkan bahwa dia itu berperilaku buruk dengan mengatakan “kamu bodoh atau kamu nakal”. Sebenarnya hal itu tidak akan memberi dampak positif pada anak, justru celaan itu akan menimbulkan sikap kontraproduktif dari anak. Misal anak semakin berbuat hal yang menjengkelkan kita atau dia mencoba menerima celaan kita dengan menanamkan pada dirinya : “memang aku anak nakal”, naudzubillahi min dzalik.

Lalu bagaimana sebaiknya kita bersikap pada anak kita?

Mari kita perhatikan Rosulullah SAW, kita yakini beliau adalah sosok pendidik paling baik. Beliau adalah sosok guru yang paling mulia. tidak ada pendidik, guru, pengajar yang lebih baik dari nabi kita Muhammad SAW.

Kita perhatikan beliau adalah orang yang sangat menghindari celaan. Beliau tidak pernah mencela anak, bahkan terhadap makanan yang benda mati saja beliau tidak pernah mencela. Diceritakan oleh istri dan sahabat beliau “ Nabi SAW tidak pernah sekalipun mencela makanan”. Terhadap makanan yang merupakan benda mati dan tidak punya perasaan pun nabi Muhammad SAW tidak pernah mencela, apalagi terhadap makhluk hidup, apalagi terhadap anak kecil yang masih putih bersih, yang masih suci fitrahnya, yang punya perasaan, yang punya akal, yang punya hati. Anak-anak itu lebih punya hak untuk tidak dicela. Itulah tauladan agung dari Rosulullah untuk kita.

Pendidikan tanpa celaan itu dirasakan oleh anak-anak yang dekat dengan kehidupan Rosulullah SAW, baik cucu-cucu beliau, putri beliau maupun pelayan beliau. Yang merekam sikap mulia Rosulullah dalam mendidik anak-anak adalah Anas Ibnu Malik. Ibunda Anas Ibnu Malik mempunyai keyakinan bahwa anak akan menjadi baik bila ia dididik oleh orang terbaik dan lingkungan yang baik. Dan semuanya itu ada pada keluarga Nabi. Maka ibunda Anas Ibnu Malik menitipkan Anas pada Rosulullah agar tinggal di rumah beliau, melayani nabi agar Anas mendapatkan pendidikan langsung dari Rosulullah.

Anas Ibnu Malik mengatakan “ demi Allah, aku telah melayani di rumah Nabi selama 10 tahun, demi Allah Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, dan beliautidak pernah menanyakan kenapa engkau tidak melakukan ini kenapa engkau lakukan itu? Ketika Rosulullah memerintahkan sesuatu kepadakudan aku menangguhkannya, Rosulullah tidak pernah mencelaku, dan andaikan ada salah satu keluarga beliau mencelaku justru Beliaulah yang membelaku, Rosulullah berkata : biarkanlah dia, seandainya itu ditakdirkan terjadi pasti akan terjadi”. Kita perhatikan etika Rosulullah terhadap Anas, lembutnya sikap Rosulullah terhadap pembantunya.

Dan hasil didikan beliau, kita lihat Al Hasan, Al Husein, Umamah, ibnu Abbas, Anas Ibnu Malik , mereka menjadi anak-anak yang hebat, anak yang berbakti dan anak yang berguna bagi umat.

Ayah bunda..bismillah..semoga kita semua diberi kekuatan dan kesabaran agar bisa mendidik dengan penuh kelembutan seperti yang dicontohkan Rosulullah SAW. Semoga ketika anak kita berbuat salah kita bisa mengingatkan mereka dengan lembut dan bisa mengerahkan mereka dengan baik..aamiin.

Penulis

Ustadzah Purwanti

Karya Kreasiku

Kumpulan Pantun (Karya Anak  Kelas 5 SDIT Yaumi Fatimah Juwana)

Kumpulan Pantun (Karya Anak Kelas 5 SDIT Yaumi Fatimah Juwana)

Pergi ke pasar membeli ubi Ubi merah enak rasanya Mari kita makan bergizi Agar diri kita menjadi sehat (Mas Reyhan) Jalan-jalan ke Kota Makasar Pulangnya bawa oleh-oleh Rajinlah kamu belajar Agar ,enjadi orang yang sukses (Mbak Tazkiya) Lompat jauh si anak kancil...

Pantun Nasehat

Pantun Nasehat

Menanam bunga di depan rumah Mekar artinya penuh warna Cari ilmu hingga berlimpah Agar hidup bisa bermakna Jalan – jalan ke tepi pantai Jangan lupa membawa tikar Jika ingin jadi anak pandai Kamu harus rajin belajar Di pohon jambu ada tupai Tupai senang terkena angin...

INDAHNYA LAUT  #PUISI

INDAHNYA LAUT #PUISI

Oh laut Kau membuat diriku  Terpesona dengan keindahan mu Kau sangat besar Oh laut Kau bagaikan langit yang berwarna biru Dengan keindahanmu ada beberapa orang yang mengagumi keindahanmu Jika engkau tidak ada Aku tidak bisa membayangkan Bagaimana kehidupan...

Meneliti di Laut Dalam #Cerpen

Meneliti di Laut Dalam #Cerpen

Kring… terdengar suara alarm Ray, Ray segera bangun dari karang dan langsung sarapan. Ray berfikir akan pergi berpetualang di laut ia mengajak teman – temanya untuk  meneliti paus. Ray segera pergi ke rumah teman – temannya. Pertama Ray pergi kerumah Rini...

BUNDA..YUK KITA HINDARI MENCELA ANAK KITA #InfoBiasYaumi

Terhubung dengan kami

MENDIDIK ANAK MILENIA DI ERA DIGITAL

           Era Milenia merupakan jaman dimana pada masa ini semua aspek kehidupan didukung penuh oleh sarana teknologi yang modern. Pada masa ini anak-anak sudah sangat mudah melakukan sesuatu dan sangat cepat...

Pendaftaran Siswa Baru Sekolah Islam

Lokasi & Jenjang PendidikanDaycareBatitaPlaygroupTKSDSMPBatita Playgroup TK SDDaycare Batita Playgroup TKDaycare Batita Playgroup TK[dvppl_cf7_styler use_form_button_fullwidth="on" cf7="2421" form_field_padding="10px|15px|10px|15px|true|true"...

Awan

Lihatlah langit soremu cinta Lukisan apakah di sana? Ekspresif penuh warna merah saga Atau naturalis lembut indah segala warna Comulus, sirus, atau stratonimbus yang gelap gulita Janganlah engkau bermuram durja Pemeliharaan Allah begitu detail, lembut, dan sempurna...