SEMINAR DAN SMART PARENTING bersama  Ustadaz DR. H. WIJAYANTO, MA.

SEMINAR DAN SMART PARENTING bersama Ustadaz DR. H. WIJAYANTO, MA.

PARENTING ISLAMI

KEUTAMAAN DALAM MENDIDIK ANAK

OLEH : USTADZ H. DR. WIJAYANTO, MA

 

 

  1. TARBIYAH ISLAMI BAGI ANAK

Parenting Islami itu sangat membumi bila ditelusuri, Parenting Islami itu sudah dari awal menerapkan metode indah bergaul dengan jiwa dan raga manusia secara menyeluruh. Sejak sebelum terbentuknya embrio, sudah ada tuntunan bagaimana menjaga jiwa yang akan terlahirkan nanti.

Selama masa kehamilan, orang tua hendaknya menjaga sikap dan perilakunya. Sebenarnya bila dipopulerkan, maka terlebih dahulu akan ada bayi Alquran karena sejak dalam kandungan diperdengarkan nada-nada suci nan syahdu, bukannya bayi Mozart. Membaca Alquran secara tartil akan terdengar lebih indah dibandingkan musik klasik yang terkadang agak sulit mencerna maknanya.

Setelah lahir, orang tua tidak usah bingung mencari buku-buku cerita untuk mengantarkan si kecil tidur. Dalam Alquran begitu banyak kisah tentang hewan, seperti kisah bani Israel yang berubah menjadi monyet karena keserakahannya. Atau kisah sapi betina yang mengajarkan bahwa terkadang untuk mempermudah urusan, kita tidak harus banyak bertanya. Karena bisa jadi pertanyaan kita hanyalah akan mempersulit hidup kita.

 

Banyak hal yang bisa diajarkan kepada anak-anak melalui kegiatan sehari-hari, misalnya sebagai berikut:

 

  1. Mengajarkan kedisiplinan melalui jadwal
  2. Bangun pagi dan berolahraga melalui shalat shubuh berjamaah ke
  3. Memberikan contoh tenggang rasa melalui shalat zuhur dan ashar. Imam shalat zuhur dan ashar tidak mengeraskan suara agar tidak mengganggu orang lain yang sedang beristirahat.
  4. Setelah subuh dilarang tidur lagi karena rezeki itu dimulai pada pagi hari. Hal ini akan membuat anak paham betapa pentingnya memulai aktivitas kehidupan secepat mungkin. Ini akan mengajarkan kepadanya agar tidak menjadi pemalas.
  5. Bercengkerama setelah shalat isya. Sebelum sibuk dengan urusan masing-masing, sempatkan mengobrol sejenak.
  6. Belajar mengetahui tentang manusia dari rutinitas shalat. Mengapa shalat 5 kali sehari? Manusia itu tempatnya lupa, jadi Allah membuat aktivitas shalat sebagai pengingat.
  7. Waktu shalat, waktu mengendurkan urat saraf yang tegang. Air wudu mampu menyegarkan tubuh yang terpapar AC dalam waktu yang lama. Gerakan shalat membuat kelenturan tubuh kembali lagi sehingga otak bisa berpikir lebih cepat.
  8. Memperlihatkan bahwa bentuk bumi ini bulat dari perbedaan siang dan malam di belahan bumi yang berbeda.
  9. Belajar sains dari Alquran. Misalnya, tentang keteraturan gerak masing-masing planet.
  10. Belajar matematika dari Alquran. Contohnya, keajaiban angka 19 dalam Alquran, berapa kali nama Allah disebut, berapa kali Muhammad di sebut, jumlah ayat, jumlah surat, dan lain-lain.

 

Dengan kata lain, begitu banyak hal yang bisa diajarkan kepada

 

anak melalui shalat dan Alquran. Kaitan semua yang ada dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Inilah bukti bahwa betapa parenting Islami itu sangat membumi.

 

Di dalam mendidik anak Terdapat berbagai macam pola asuh orang tua, Semua tentu memiliki tujuan yang baik, yaitu bagaimana agar sang anak menjadi anak yang baik, dapat diterima semua kalangan, dan sukses di masa depan. Dari gaya pola asuh, di antaranya ada 2 macam, yaitu otoriter dan demokratis. Sedangkan dari tujuan, juga ada 2 macam, yaitu tanpa tujuan serta mendidik dan membangun untuk tujuan tertentu.

 

  1. POLA ASUH ORANG TUA

 

  1. OTORITER

 

Salah satu dari macam-macam pola asuh adalah pola asuh bergaya otoriter. Apabila orangtua memiliki keinginan dan harapan yang tegas tentang apa saja yang harus dilakukan sang anak. Tak jarang orangtua bahkan menentukan pula, bagaimana anak harus bereaksi atau beropini terhadap suatu situasi atau kejadian. Pada umumnya anak kurang menyukai pola asuh semacam ini. Mereka menjadi kurang ekspresif dan aspiratif. Tak jarang mereka tidak tahan dan mencari komunitas lain di luar rumah, yang mau menerima mereka. Akan tetapi banyak juga anak yang cocok dengan pola asuh ini.

Mereka yang ingin memiliki tujuan jelas, tetapi belum memiliki arah atau preferensi sendiri dengan senang hati mengikuti apa yang orangtua tentukan. Mereka sangat yakin bahwa yang dikatakan orangtua pasti baik untuk mereka.

 

  1. DEMOKRATIS

 

Lain halnya dengan pola asuh demokratis. Orangtua memberikan seluas-luasnya hak pada anak untuk berpendapat dan bereaksi terhadap suatu situasi. Keluarga yang menerapkan pola asuh semacam ini, acap kali diadakan rapat keluarga, bahkan untuk hal-hal seperti menentukan warna cat rumah, di sini kamar siapa, di situ kamar siapa, susunan acara liburan, dan lain-lain.

Kebanyakan anak nyaman dengan pola asuh semacam ini karena merasa dilibatkan dalam menentukan kehidupan keluarga. Akan tetapi jika orangtua tidak menentukan batasan sejauh mana anak bisa bebas berekspresi, bisa juga ‘kecolongan’. Orangtua yang menerapkan pola asuh demokratis perlu menetapkan rambu-rambu bagi anak.

 

  1. TANPA TUJUAN

 

Sebagian orangtua membebaskan anaknya untuk menentukan arah kehidupannya. Semua mengalir begitu saja seperti air tanpa perencanaan yang jelas. Yang dilakukan di tiap-tiap masa pertumbuhan tidak menuju ke suatu arah tertentu, melainkan anak melakukan apa saja yang disenanginya pada saat itu. Pola asuh semacam ini biasanya tanpa sadar diterapkan oleh orangtua yang keduanya sibuk dengan pekerjaan, hingga tak lagi memiliki waktu untuk mengarahkan sang anak.

 

  1. ORIENTASI JELAS

 

Sebagian lagi menetapkan orientasi yang tegas bagi anak. Orangtua dengan pola asuh ini biasa membuat jadwal bagi anak. Mulai jadwal kegiatan sehari-hari, jadwal belajar di rumah, hingga peta hidup 10-15 tahun ke depan. Anak yang terbiasa dengan pola asuh semacam ini akan tumbuh dengan dinamis. Di kemudian hari mereka akan terbiasa berpikir sistematis dan penuh rencana.

Macam macam pola asuh anak bisa Anda pilih. Penentuan pola asuh anak sepenuhnya ada di tangan Anda. Sesuaikan dengan kondisi, pasangan, dan anak Anda. Jangan menyamaratakan semua anak.

Masing-masing mereka unik dan istimewa. Masa depan mereka ada di tangan Anda.

Memiliki anak adalah harapan yang sangat logis dari pasangan suami istri. Meskipun ada beberapa pasangan yang memutuskan untuk menunda memiliki anak karena alasan tertentu, tak sedikit pasangan yang merasa gelisah jika setelah satu tahun menikah tak juga ada tanda-tanda kehamilan.

Lantas, berbagai upaya pun ditempuh agar sang istri segera hamil. Mulai dari mengambil anak sebagai “pancingan”, menerapkan gaya hidup sehat, mengurangi beban kerja, hingga rutin berobat pada ahli medis. Setelah berhasil memiliki anak, fokus selanjutnya adalah pada cara mengasuh anak dengan penuh rasa cinta dan sayang. Mengasuh anak merupakan hal yang gampang-gampang susah. Bisa menjadi gampang, namun bisa juga menjadi susah. Tergantung pada cara orang tua menyikapinya.

 

  1. CINTA DAN SAYANG

 

Merupakan syarat mutlak dalam mengasuh anak. Anak tak hanya memerlukan pemenuhan kebutuhan fisik namun juga pemenuhan akan kebutuhan psikis. Anak tak hanya butuh diberi makan, minum susu, mainan, atau pakaian bagus. Anak juga butuh diberikan perhatian, dukungan, cinta, dan kasih sayang yang akan membuatnya merasa aman dan nyaman.

Meskipun gampang diucapkan, memberikan rasa cinta dan sayang ini tak selalu mudah. Orang tua sering beranggapan bahwa apa yang diberikan atau dilakukannya pada anak adalah ungkapan dari rasa cinta dan sayang mereka. Benarkah demikian? Coba simak ilustrasi berikut:

Melarang anak balita menyentuh kucing untuk melindungi anak dari bulu atau cakaran kucing. Karena cinta dan sayang atau terlalu protektif?

Sebenarnya tak apa-apa jika anak menyentuh kucing. Orang tua bisa ikut serta mengelus kucing tersebut serta memastikan kucing yang disentuh oleh anak adalah kucing jinak. Setelah memegang kucing, orang tua dapat mengajarkan anak mencuci tangan dengan sabun hingga bersih. Dengan menyentuh dan mengelus-elus kucing, anak bisa belajar menyayangi binatang.

Melarang anak ikut melakukan kegiatan rumah tangga agar anak tak kelelahan atau merasa dijadikan pembantu. Ungkapan cinta dan sayang atau malah membuat anak menjadi tak memiliki rasa tanggung jawab?

Sebenarnya, mengikutsertakan anak dalam kegiatan rumah tangga justru dapat melatih kemandirian dan rasa tanggung jawab si anak, misalnya: merapikan kamar sendiri, membereskan mainan,menyapu, mencuci piring, atau menyiangi sayuran. Jika orang tua merasa cinta dan sayang pada anaknya, maka orang tua juga harus menumbuhkan kemandirian dan rasa tanggung jawab pada diri anak.

 

Memberikan segala sesuatu yang diminta oleh anak. Karena cinta dan sayang atau malah menjerumuskan anak?

Orang tua tak perlu selalu mengabulkan permintaan anak. Anak sering meminta sesuatu hanya karena keinginan sesaat atau sekadar ikut-ikutan. Di sini orang tua dituntut untuk mampu menimbang secara bijaksana. Apakah anak benar-benar membutuhkan benda yang dimintanya? Apakah memberikan benda itu tak akan membahayakan anak? Anak yang berusia 2 tahun, misalnya, kerap seenak hati menunjuk mainan yang diinginkannya. Langsung membelikan? Sebaiknya perhatikan dulu apakah mainan tersebut cocok untuk usia anak. Mainan dengan banyak bagian-bagian kecil yang bisa dibongkar pasang sangat tidak dianjurkan karena anak pada usia ini masih suka memasukkan berbagai macam benda ke dalam mulut.

Mengasuh anak dengan rasa cinta dan sayang merupakan tanggung jawab yang mutlak disadari oleh orang tua. Anak adalah selembar kertas putih. Orang tua lah yang pertama kali menentukan tulisan dan warna yang akan digoreskan di atas kertas putih itu.

PELATIHAN USTADZ DAN USTADZAH

PELATIHAN USTADZ DAN USTADZAH

Up Grading rutin untuk menjaga kualitas dab spirit ustadz-Ustadzah dalam mengajar.

Khususnya dalamn seni mengajar bagaimana menjadikan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lebih menarik, berkualitas dan memberi inspirasi bagi anak-anak.

Materi disajikan oleh Ustadzah Sri Jati Rahayu, M.Pd. dari BIRO AKADEMI BIAS JOGJA.

Kualitas pengajaran yang terjaga sesuai standar BIAS, Semoga jadi bagian Ikhtiar untuk membangun masa depan NKRI dengan TAQWA

 

Rubrik Tanya Jawab Sinaran 47

Rubrik Tanya Jawab Sinaran 47

 

INFO
#SINARAN

Rubrik Tanya Jawab Sinaran 47
PERTANYAAN :
Assalaamualaikum wr.wb.
Maaf Pak Ustadz, kami mau bertanya, bolehkah jika seseorang ingin mewakafkan tanahnya dengan catatan jika tanah dibangun dia ingin menempati salah satu lantainya untuk keluarganya (bangunan berlantai) dengan dalih mencari lingkungan yang islami karena akan dibangun pesantren yang dananya dari masyarakat? Mohon pencerahannya, Jazakumullah atas jawabannya.
JAWABAN :
Untuk permasalahan di atas, boleh saja seorang wakif memberikan syarat seperti itu, dengan syarat bangunan yang ditempati tersebut dibangun dengan uang sendiri, bukan uang masyarakat. Sebagaimana yang kita dapati dalam kitab Minhajul Muslim bab Wakaf, dimana Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi mengatakan, “wajib melaksanakan semua syarat yang diberikan oleh wakif terhadap barang yang diwakafkan.”
PERTANYAAN :
Afwan Ustadz, bagaimanakah aturan dalam islam terkait dengan permasalahan rumah tangga,
1. Apakah istri memang tidak boleh tahu penghasilan suami itu berapa, dari mana saja, dan dibelanjakan kemana?
2. Terkait dengan kebijakan, misal suami tiba-tiba jual rumah atau motor, atau memberi barang ke saudaranya, apakah memang istri tidak boleh tahu?
3. Kebijakan lain, yang terkait dengan permasalahan keluarga kecil maupun keluarga besar. Istri merasa hanya menjadi teman tidur, mengasuh anak, mengerjakan pekerjaan rumah, dan dikasih uang cukup untuk makan dan sekolah anak-anak saja, dan tidak pernah tahu teman suami siapa saja, pulang telat kenapa, pergi kemana. Apa istri harus diam begitu saja? Bahkan ketika dikomunikasikan akhirnya jadi ribut.
JAWABAN :
Islam telah sempurna mengatur permasalahan rumah tangga, hak dan kewajiban suami istri juga sudah diatur dalam al-Qur’an, Allah berfirman :
(الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ …)
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.” (QS. An-Nisa’ : 34)
Dan Allah berfirman:
(… وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ …)
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (QS. An-Nisa’ : 19)
Rasulullah SAW bersabda :
أَلَا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ حَقًّا وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian mempunyai hak atas istri kalian, dan istri kalian punya hak atas kalian.” (HR. Turmudzi)
Allah berfirman:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا…)
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim : 6)
Dari ayat-ayat dan hadits di atas, para ulama’ menyimpulkan bahwa hak istri atas suami adalah hendaknya suami menggauli istri dengan baik, mengajari istri tentang perkara-perkara agama, tidak menyebarkan keburukannya, bersikap lembut kepadanya.
Adapun hak suami atas istri, hendaknya seorang istri taat kepada suami selama tidak bermaksiat kepada Allah, menjaga kehormatan dan kemuliaan suami, menjaga harta dan anak-anak suami, mengatur urusan rumah tangga, senantiasa menetap di rumah dan tidak keluar melainkan atas izin suami.
Hak-hak dan kewajiban diatas itu wilayahnya secara khusus, adapun hak secara umum hendaknya suami istri saling percaya, rumah tangga dibangun dengan didasari rasa cinta dan kasih sayang.
Dari hal-hal di atas, maka jelas sudah jawaban dari pertanyaan yang diajukan, tinggal bagaimana membangun kepercayaan, keterbukaan dan komunikasi yang baik dari suami istri, sehingga tidak ada salahnya istri mengetahui gaji suami, dari mana gaji suami, untuk apa gaji suami, dengan siapa suami pergi, kemana suami pergi, dan hendaknya suami menjelaskan kepada istri dengan penjelasan yang baik sehingga tidak menjadikan fitnah dan kecurigaan.

untuk melayangkan pertanyaan anda seputar agam islam, bisa sms ke : 08 640 406 157 atau email : redaksisinaran@gmail.com

Korban Data, Tidak Lagi!

Korban Data, Tidak Lagi!

 

Oleh:

Syarif Hidayat

Sudah berapa kalikah anda kehilangan data? Jawabannya pasti sangat beragam, namun bagi mereka yang tiap hari bergelut dengan file-file yang jumlahnya tidak sedikit, dipakai terus menerus dan secara berkala harus diupdate, kejadian ini bisa sangat sering terjadi. Sebagian dari kita mungkin pernah mengalami, skripsi hampir selesai tiba tiba laptop dicuri, harddisk rusak, atau bahkan bisa jadi karena musibah yang lain. Atau mungkin file kehilangan file file penting perusahaan, lembaga atau instansi yang didalamnya ada data-data penting yang sangat dibutuhkan.

Kerugian akan kehilangan data bisa sangat bervariasi tingkatannya, bagi sebagian orang yang memiliki aktifitas sederhana dengan komputer mungkin kerugian bisa dibilang ringan, namun  bagi suatu perusahaan data telah menjadi salah satu aset terpenting. Hal tersebut mengingat kehilangan data mungkin akan berakibat terhadap terhentinya aktivitas bisnis yang penting di perusahaan. Kemungkinan lain adalah’ aktivitas dapat berjalan namun membutuhkan waktu yang lama karena dilakukan secara manual.

Konsekuensi komersial lain akibat data hilang adalah terlambatnya pengembangan produk dan layanan, menurunnya produktivitas karyawan dan hilangnya pemasukan. Seperti “Operator misalnya, jika sistem top up mereka mati sejam saja miliaran ruginya. Kalau data hilang, mereka bisa restore berjam-jam. Waktu yang dibutuhkan misal 12 jam, satu jam saja ruginya bisa 30 miliar. Itu sebabnya, proteksi data tak bisa diabaikan.

Sedemikian berartinya data, maka perlu dilakukan langkah-langkah dalam upaya memelihara data dari ancaman kehilangan. Tulisan ini akan mengulas tentang bagaimana seharusnya kita menyimpan data kita agar terhindar dari permasalahan kehilangan data.

 

Pengertian Data

Ditinjau dari makna leksikal, data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan“. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Di bidang keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.

Data memiliki arti yang sangat penting bagi kelangsungan suatu perusahaan. Perusahaan membutuhkan penyusunan data baik agar dapat membantu para pengusaha maupun manajernya dalam mengambil sebuah keputusan. Data yang baik dapat disusun dalam sebuah database (basis data). Database memiliki arti penting dalam perusahaan agar dapat mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa data bisnis perusahaan.

 

Kehilangan Data

Kehilangan data pada umumnya ditandai dengan satu atau lebih hal berikut:

  • Tidak mampu mengakses data dari sistem atau cadangan komputer yang sebelumnya berfungsi
  • Penghapusan file tanpa disengaja atau penimpaan struktur kontrol data
  • File rusak atau tidak dapat mengakses karena operasi perangkat yang abnormal atau kerusakan

 

Di antara penyebab lain, kehilangan data dapat dikaitkan dengan kesalahan sistem atau manusia, kondisi lingkungan yang merugikan dan kegagalan perangkat:

  • Kehilangan data akibat kesalahan manusia termasuk penghapusan yang disengaja atau tidak disengaja atau penimpaan file.
  • Kerusakan karena virus, bug perangkat lunak sistem operasi atau aplikasi, atau kegagalan dalam pemutakhiran juga dapat menyebabkan kehilangan data.
  • Penyebab fisik umum pada kehilangan data termasuk hilangnya daya atau lonjakan listrik, terlalu panas, pengosongan elektrostatik (“statis”) dan segala jenis kerusakan fisik pada perangkat atau media penyimpanan dan lebih jauh lagi hilangnya perangkat penyimpan.

 

Menghindari Terjadinya Kehilangan Data

Jika kita tidak ingin kehilangan data maka semestinya langkah antifipatif harus dilakukan, langkah pertama yaitu mengatasi penyebab pertama yaitu faktor kesalahan manusia. Kurangnya ketelitian menyebabkan hal ini terjadi, maka ketelitian merupakan cara paling ampuh dalam mengatasi masalah human error ini. Ketika kita melakukan proses input data, editing dan lainnya sudah seharusnya kita sadar langkah apa yg semestinya kita lakukan. Menyimpan dokumen baru, menyimpan dengan nama yg berbeda dengan file lainnya agar tidak terjadi kasus data tertimpa file baru, salah langkah dalam editing dan penyimpanan dan langkah lainnya yang dapat menyebabkan data kita hilang sudah seharusnya selalu mengedepankan ketelitian.

Langkah kedua yaitu mengatasi kerusakan data karena virus, bug sistem operasi atau aplikasi dan kegagalan pemutaakhiran. Kerusakan data karena virus bisa di cegah dengan cara memasang antivirus pada perangkat komputer, melakukan pemindaian secara berkala dan secara periodik mengupdate anti virus yang dipasang. Langkah ini perlu secara rutin dilakukan karena perkembangan varian dan kemampuan destruktif virus juga mengalami perkembangan dari hari ke hari. Kehilangan karena bug sistem operasi  dan aplikasi bisa dicegah dengan cara menghindari memasang sistem operasi atau aplikasi yang belom secara resmi diluncurkan oleh vendor yang bersangkutan. Sistem operasi atau aplikasi yang belom secara resmi diluncurkan biasanya oleh vendor diberi tambahan nama beta, alpha, RC (release candidate), RTM (Release to Manufacture) atau istilah lain. Kerusakan data akibat kegagalan bisa dihindari dengan cara memastikan hambatan yang memungkinkan menyebabkan kegagalan pemutaakhiran dihindari, seperti terputusnya koneksi internet, gangguan dan gangguan arus listrik.

Langkah ketiga yaitu mencegah terjadinya kerusahakan atau kehilangan data karena penyebab fisik. Jika dilihat dari kasus yang biasa terjadi, kehilangan data lebih banyak disebabkan karena penyebab fisik, baik rusaknya media penyimpanan atau hilang, ini yang paling sering terjadi. Untuk mencegah hal ini beberapa upaya perlu dilakukan:

 

  1. Backup Data Sekarang Juga!

Backup data adalah kegiatan menyalin data yang telah tersimpan di dalam harddisk sebuah komputer ke media lain seperti flashdisk, harddisk eksternal, CD, DVD atau media lainnya. Data tersebut dapat berupa dokumen, video, audio, gambar, software dan lain-lain. Backup data ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kehilangan data karena kerusakan pada perangkat penyimpanan kita. Banyak orang jarang melakukan backup karena malas, lupa, merasa tidak punya waktu, dan tidak menyadari bahwa kehilangan data bisa terjadi kapan saja. Padahal melakukan backup secara rutin bakal membuat kita lebih aman dari resiko kehilangan berbagai data penting yang kita miliki. Kebanyakan dari kita pasti akan mengalaminya – masa di mana hardisk komputer rusak dan sebagian atau semua data yang ada didalamnya hilang. Mungkin beberapa diantara kita sudah mengalaminya dan sebagian lagi belum. Sama seperti perangkat elektronik lainnya, hardisk, flashdisk juga memiliki umur dan masa pakainya sendiri. Hardisk yang kita miliki sebenarnya hanya menunggu waktu saja untuk habis masa pakainya dan menjadi rusak atau bermasalah. Jadi jika sampai saat ini hardisk kita masih bisa berjalan lancar dan datanya bisa diakses tanpa masalah, maka backuplah berbagai data penting kita sekarang juga.

 

  1. Cetak Data jika Diperlukan

Langkah ini adalah cara yang bisa mencegah kita kehilangan data adalah mencetaknya jika memungkinkan, tentunya terbatas hanya pada data yang sifatnya bisa dicetak. Pencetakan bisa dilakukan sebagai langkah alternatif. Banyak pihak menympan arsip berupa hasil cetakan cetakan dokumen yang dirasa penting untuk dimiliki bentuk fisiknya. Bentuk fisik dari data memungkinkan kita bisa menyimpannya tanpa kendala rusak seperti halnya pada perangkat keras penyimapanan. Meski demikian ancaman untuk dokumen cetak adalah kondisi lingkungan yang kurang bersahabat yang bisa mengancam keutuhan data fisik berupa dokumen cetak.

  1. Manfaatkan Cloud Computing

Perkembangan teknologi informasi membawa banyak perubahan termasuk bagaimana kita seharusnya sekarang ini menyimpan data, salah satunya adalah Cloud Computing. Cloud computing mungkin masih samar terdengar bagi orang awam. Tetapi keberadaan cloud computing di era digital kini sebenarnya telah terasa di tengah masyarakat dalam kehidupan sehari hari seperti penggunaan email dan juga media sosial.

Secara umum, pengertian cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.

Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.

Penggunaan teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut manfaat manfaat yang dapat dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.

  • Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat

Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot-repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/ storage dan lain-lain karena semua telah tersedia secara virtual.

  • Keamanan Data

Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dan lain-lain.

  • Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi

Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/ melalui internet.

  • Investasi Jangka Panjang

Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dan lainnya akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.

 

Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure.

Bentuk lain dari Cloud Computing adalah Cloud Storage, ada beberapa layanan Cloud storage yang bisa kita manfaatkan selain yang telah disebut diatas yaitu Google Drive, Blue Cord, Azure, ada pula Drop Box, Mediafire, 4Shared, OneDrive, pCloud, Sync, FlipDrive dan masih banyak lagi yang lainnya. Layanan Cloud Storage ini bisa kita manfaatkan untuk menyimpan File apasaja yg kita miliki dengan cara mengunggahnya ke masing-masing server situs yang bersangkutan.

Selain Cloud Storage kita dapat memanfaatkan layanan Cloud lainnya, yaitu layanan Cloude berdasarkan type file tertentu, seperti Youtube untuk file type Video, Flickr dan Google Photo untuk file tipe Image, Github untuk file-file pemprograman, Scribd untuk dokumen teks dan masih ada beberapa lainnya.

 

Penutup

Langkah-langkah di atas sudah selayaknya dilakukan agar kita terhindar dari tragedi kehilangan data. Jangan kita korbankan data kita yang sudah dengan susah payah kita susun. Tentunya waktu, pikiran, tenaga bahkan biaya yang tercurah untuk keberadaan data yang kita miliki adalah sangat berharga.

 

IBRAHIM ALAIHIS SALAM, GENERASI VISIONER……………………..PASRAH.

IBRAHIM ALAIHIS SALAM, GENERASI VISIONER……………………..PASRAH.

oleh H. Muhammad Jatmiko, Ch

H. Muhammad Jatmiko, Ch

Kita tentu ingat betul dengan sejarah Bapak Tauhid se dunia, Nabi Ibrahim Alaihis Salam.

Lahir dari keluarga elit istana, bapaknya seorang perdana menteri, konseptor ke syirikan ( orang sering meng analogikan salah sebagai penjual patung ), sehingga  Ibrahim sangat kental dengan kehidupan istana, lengkap dengan pernak pernik ke istanaan dan yang mencolok adalah buaya syirik yang sangat mewarnai kerajaan Namruz.

DISKUSI ke Tauhidan dimulai dengan memunculkan ke Tuhanan pada benda benda langit, yang kesemuanya patah, tidak terbukti, sehingga kesimpulannya ada sebab darisegala sebab, yang menimbulkan alam semesta ini berputar luar biasa. Sehingga konsep syirik penyembahan kepada berhala berhala menjadi ter eliminasi, akhirnya hancur , dan Namruz tidak menerimakan. Karena konsep kesyirikan dengan patung menjadi sentral penyembahan member kompensasi kekuasaan yang tidak terbatas pada ke rajaanya.

Yang terjadi kemudian Namruz memunculkan kesombongannya yang luar biasa, “ Bakar Ibrahim “, dan tidak cukup hanya dilakukan eksekusi terbtas, namun justru dipertontonkan orang di alun alun kerajaan dengan disamsikan seluruh rakyatnya.

Sehingga ketika api sudah berkobar besar, bingung juga bagaimana menempatkan Ibrahim ditengah kobaran api, sampai kemudian ada ahli yang mendapat bisikan  ( disebut di Al Quran sebagai wahyu dari Iblis ), agar Ibrahim ditempatkan di tengah api dengan pelontar.

Luar biasa kejam dan saisnya orang orang syirik.

Dan Ibrahim pasrah,yang di cerita Israiliyat disebut, nabi Ibrahim ditawari oleh Malaikat malaikat untuk mereka membantu, namun Ibrahim menolak karena Ibrahim, “ Pasrah hanya kepada Allah “, dan melalui tanganya Allah zat yang menjadi sebab dari segala sebab menjadikan api itu dingin dan tidak membakar Ibrahim.

Kepasrahan Nabi Ibrahim Alaihis Salam yang sangat fenomenal adalah ketika meninggalkan Istri dan anaknya Ismail yang masih bayi di lembah yang kering dan tidak ada kehidupan  ( Calon kota Mekah ), dengan hanya meninggali air yang tidak seberapa dan kurma.

Ketika Hajar ditinggalkan Ibrahim, maka dia bertanya  “ Tegakah kamu meninggalkan kami disini ? “, “ Mengapa kami ditinggal disini ? “, dan pertanyaan lain yang Ibrahim tidak kuasa menjawabnya. Maka Hajar merubah pertanyaannya, “ Apakah Tuhan Mu yang memerintahkan kami ditinggal disini ? “, barulah Nabi Ibrahim menjawab  “ Benar “. Maka dengan PASRAH Hajarpun berujar  “ Kalau demikian maka tidak mungkin Tuhan ku akan menelantarkanku, sekrang pergilah “.

Secara alamiah terjadi, makanan dan air akhirnya habis, bahkan air susu untuk bayi ismail pun mongering, bayangkan beratnya cobaan Ibrahim dan keluarganya. Maka Hajar mondar mandir dari bukit Sofa ke Marwah pulang pergi 7 kali karena terlihat ada fatamorgana yang tentunya seperti air. Dan Allah menunjukan kuasanya, dari hentakan  kaki bayi Ismail keluar air, zam zam…….. zam zam………………..

Dan sekarang diabadikan didalam system Tauhid, agama Islam menjadi bagian dari ritual Haji dan Umroh yaitu Sya’i.

Cobaan Nabi Ibrahim Alaihis Salam tidak berhenti disitu, sehingga beliau dijuluki bapak Tauhid seluruh ummat manusia, ketika putranya Ismail besar- Mumazis, maka Allah memerintahkan menyembelih !, masya Allah…….. dan sebagai bapak tentu saja beliau gamang, dan ketika diketahui Ismail putranya maka sang putra meyakinkan, “ Kalau itu perintah Allah, laksanakan ayah…….”. Maka Ibrahim pun mantab memenuhi perintah Allah tersebut. Dan ketika belum kejadian maka Allah telah mengganti dengan kambing yang besar dan gemuk, yang kemuian diabadikan sebagai Kurban ketika Idul Adha.

Bayangkan, kalau Nabi Ibrahim Alaihis Salam waktu itu Aqidahnya rapuh, kepercayaan kepada Allah tidak mantab, sampai ke pasrahan kepada Allah kurang, tentu cerita akan menjadi lain, dan ummat sedunia ini tidak bakal mewarisi ke Tauhidan Ibrahim Alaihis Salam.

Mari kita coba cek dengan membandingkan ke Tauhidan kita,

Sebagian kita ada yang hidup dalam gelimang maksiat yang luar biasa yaitu RIBA, dan ketika disinggung sedikit tentang profesinya maka beribu alas an akan keluar dari mulut sang Ribawi, padahal dosa Riba sangat jelas tertera di hadits dan Al Quran, bahwa Riba memiliki 72 pintu dosa, dan yang paling ringan seperti men zinahi ibu kandung sendiri, mengerikan !, sampai ayat penutup Riba dengan tegas menyatakan orang yang masih mengambil Riba maka Umumkan PERANG dengan Allah dan Rasulullah. Sehingga ketika ada yang mulai sadar dan ingin Hijrah, apa pikiran yang pertama muncul  “ Nanti terus mau makan apa ? “,

  • Se olah syariat ini member beban semakin berat,
  • Se olah Allah tidak akan ikut campur terhadap kehidupannya,
  • Se olah tidak aka nada bantuan Allah kepada orang yang taubat.

Semuanya lantaran kerdilnya aqidah kita, tidak semantab Ibrahim Alaihis Salam. Demikian juga profesi yang menentang syariat lainnya.

Pertanyaannya, lantas bagaimana kita mengarahkan diri ini agar ke Tauhidan setangguh Ibrahim, dan mendidik putra- putrid se sholeh keturunan Ibrahim ?

Jawabnya hanya satu, kajilah Al Quran dengan ulama warotsatul anbiya, ulama pewaris Nabi, bukan ulama politik, ulama bayaran, ulama selebritis dll, ngajilah dengan serius, ilmui Islam engan sungguh sungguh, karena dalam setiap ayat Al Quran akan selalu berhbungan dengan masalah Aqidah yang In sa Allah akan mengokohkan ke Tauhidan kita.

Selanjutnya Ber Ibadahlah dengan bersih, tidak tercampur bidah, ber Ibadahlan dengan hanya dua criteria, yang pertama Ihklas dan kedua Ittiba/ persis Rasulullah. Tentu saja cara bisa Ittiba adalah dengan meng Ilmui masalah ibadah tersebut, ber ilmu sebelum ber amal.

Jika keua hal tadi sudah berjalan, in sa Allah akhlaq Islami sebagai Muslim akan Nampak bersinar terang di kehidupan kita, hidup dengan ahklaq yang mulia, sehingga jadilah kita Muslim yang paripurna.

Contohnya Rasulullah Shallalahu alaihi wassalam, bagaimanakah akal akan menerima seorang diri mengembangkan dan memperjuangkan ke Tauhidan dengan Aqidah yang kokoh, kemudian dalam waktu 23 tahun sudah mewariskan jazirah arab menjadi Islam dalam segala sistemnya. Yang kemudian dalam kurun 2 generasi setelah zaman sahabat Umar bin chottob Radli Allahu anhu, Islam menjadi super power dunia.

Akhirnya sejarah berlanjut ketika Islam semakin menuju ajaran tasawuf/ thoriqot maka akhirnya kekuasaan Islam mundur dan mundur, puncaknya di abad 20 ini dengan kehancuran kholifah Turki Ustmani, naudzubilllahi………

Tauhid semakin mundur, Aqidah semakin rusak, agama semakin terpinggirkan, maka Fitnah duniapun menimpa ummat Islam ini secara besar besaran, ummat terombang ambing persis seperti buih dilautan, dilapangan ekonomi menjadi gembel dimana mana dan hanya jadi pelayan bangsa Asing dan Aseng, dilapangan politik sangat parah, Islam hanya menjadi pelengkap coblosan pemilu untuk kemudian dengan mudahnya para tokohnya disogok duit sehingga ummatnyapun mudah sekali digiring oleh Asing dan Aseng, kebodohanpun merajalela, khususnya kebodohan dalam lapangan agama dimana orang Islam berlomba dengan pancingan untuk serius dan nekat hanya untuk kepentingan ilmu dunia sedang ilmu agama disepelekannya, sehingga memandang agama dengan salah,  Jangan coba coba membenahi ke Tauhidan/ aqidah kalau kita tidak ingin dan tidak tahan akan terfitnah, terus……………..

Ya…….. kita Rindu Ibrahim, bapak penegak Tauhid dunia, kita rindu Rasulullah…………….

Allahumma sholli ala Muhammad, wa ala ali Muhammad, kama syolaita alla Ibrahim wa ala ali Ibrahim.

Bagaimana dengan anda ???