Motorik halus pada anak usia dini mencakup kemampuan dan keterampilan gerakan yang melibatkan otot-otot kecil, seperti tangan dan jari. Perkembangan motorik halus pada anak sangat penting karena memberikan dasar bagi kegiatan sehari-hari dan kemampuan akademis. Berikut adalah beberapa tahapan perkembangan motorik halus pada anak usia dini:
Anak Usia 0-6 Bulan:
– Refleks Isapan dan Pegangan: Anak dapat merespons dengan mengisap saat diberi makan dan menggenggam benda dengan erat jika diletakkan di tangannya.
– Pergerakan Mata dan Kepala: Mampu mengikuti benda dengan mata dan memutar kepala ke sumber suara.
Anak Usia 7-12 Bulan:
– Pengembangan Koordinasi Mata dan Tangan: Kemampuan memegang dan memanipulasi benda semakin meningkat.
– Pengembangan Kemampuan Mengambil dan Menjatuhkan Benda: Mampu mengambil benda dengan jari-jarinya dan meletakkannya kembali.
– Eksplorasi Mulut: Anak mulai menggunakan mulutnya untuk eksplorasi, mencicipi, dan merasakan berbagai objek.
Anak Usia 1-2 Tahun:
– Kemampuan Menyusun Benda: Anak mulai menyusun benda-benda kecil, seperti menumpuk blok.
– Penggunaan Alat Tulis: Mungkin mulai menunjukkan minat pada alat tulis, meskipun kemampuan ini masih kasar.
– Menggunakan Sendok atau Garpu Sederhana: Mulai belajar menggunakan sendok atau garpu saat makan.
Anak Usia 2-3 Tahun:
– Kemampuan Menggunakan Gunting: Mampu menggunakan gunting sederhana dengan bimbingan.
– Kemampuan Pekerjaan Tangan: Mulai mengembangkan kemampuan pekerjaan tangan yang lebih halus, seperti memasukkan kancing atau merapikan mainan.
Anak Usia 3-4 Tahun:
– Kemampuan Menggambar dengan Garis Sederhana: Anak mulai dapat menggambar garis-garis sederhana dan bentuk-bentuk dasar.
– Kemampuan Menggunakan Perangkat Elektronik Sederhana: Bisa menggunakan perangkat elektronik sederhana, seperti tablet atau ponsel dengan bantuan.
Anak Usia 4-5 Tahun:
– Kemampuan Menggunakan Peralatan Menulis: Mulai mengembangkan kemampuan menulis dengan menggunakan pensil atau crayon.
– Kemampuan Merakit Puzzle yang Lebih Kompleks: Mampu merakit puzzle dengan bagian yang lebih banyak dan kompleks.
Anak Usia 5-6 Tahun
– Kemampuan Menulis dan Menggambar dengan Rapi: Mulai dapat menulis huruf dan angka dengan lebih rapi.
– Kemampuan Pekerjaan Tangan yang Kompleks: Mampu melakukan pekerjaan tangan yang lebih kompleks, seperti merajut atau membuat konstruksi menggunakan bahan-bahan tertentu.
Penting untuk diingat bahwa perkembangan motorik halus anak dapat bervariasi antar individu. Fasilitasi dan bimbingan dari orangtua dan pengasuh sangat diperlukan untuk membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halusnya dengan baik. Memberikan berbagai aktivitas kreatif dan permainan yang mendukung pengembangan motorik halus juga dapat menjadi bagian penting dalam proses ini.
Mulai dari mengasah kemampuan motorik hingga mempertajam kemampuan koordinasi tangan dan mata, berikut adalah manfaat permainan menyusun balok untuk anak.
Mengasah kemampuan motorik halus dan kasar
Tahukah Anda bahwa mainan balok susun dapat membantu mengasah kemampuan motorik halus dan kasar anak?
Saat anak bermain balok, mereka akan menggeser, merangkak, meregangkan, atau melakukan aktivitas lain yang mengharuskan tubuh bergerak. Ini dipercaya bisa membantu anak mengasah kemampuan motorik kasarnya.
Di sisi lain, anak juga menggunakan tangan dan jarinya saat bermain balok sehingga dapat mendukung kemampuan motorik halus mereka.
Mempertajam nalar spasial
Mainan balok juga dianggap membantu mempertajam nalar spasial (spatial reasoning) anak.
Pasalnya, menyusun dan mencocokkan balok dapat membantu mereka memahami persepsi arah, bentuk, serta ruang yang berbeda.
Melalui pemikiran kritis mengenai mencocokan balok yang paling tepat ini, anak akan menggunakan dan mengasah penalaran spasialnya.
Meningkatkan koordinasi tangan dan mata
Saat bermain balok, anak-anak dapat meningkatkan koordinasi tangan-mata dengan cara mengontrol tangan dan jari, lalu menghubungkannya dengan sentuhan dan penglihatan.
Dengan mengambil balok dan menempatkannya pada suatu struktur, anak bisa mengembangkan kesadaran akan hubungan mata dan gerakan tubuh mereka.
Meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah
Saat anak berkutat dengan permainan balok, mereka dapat melewati fase trial & error.
Fase ini dapat menuntut mereka untuk mencari metode terbaik dalam mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi.
Terlebih lagi, anak bisa mencari tahu mengapa mereka gagal dalam menyambung atau menyusun baloknya.
Berbagai bentuk trial & error ini yang dianggap bisa membantu meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah anak.
Membantu anak mengenal matematika dan ilmiah
Jangan salah, anak-anak dapat mulai berpikir tentang matematika saat memainkan mainan balok susun, bahkan ketika mereka tidak menyadarinya.
Anak-anak kerap menghitung, membandingkan ukuran, memberi nama bentuk, dan menggabungkan dua bentuk untuk membuat bentuk baru lainnya.
Ditambah lagi, anak-anak akan menguji hipotesis saat membangun permainan balok. Ini diyakini bisa menumbuhkan keterampilan penalaran ilmiah pada anak.
Meningkatkan rentang perhatian
Siapa sangka, ternyata balok mainan anak berpotensi meningkatkan rentang perhatian (attention span) mereka.
Sebab, anak dapat menghabiskan waktu lama saat berkutat dengan permainan baloknya. Mereka biasanya juga menghabiskan waktu yang lebih lama dalam permainan ini, ketimbang aktivitas lainnya.
Misalnya, anak bertekad untuk membuat menara tertinggi dengan balok-baloknya. Ketika mereka gagal, mereka akan terus mencoba untuk membuatnya kembali.
Ini dianggap bisa mendorong batas konsentrasi anak dan meningkatkan rentang perhatian mereka secara keseluruhan.
ولا يزال الولد الصالح يستغفر لأبيه،حتى يُغفر له، ثم ترفع درجته في الجنة
🛍️Anak yang shalih akan senantiasa memintakan ampunan untuk bapaknya sampai dia (bapaknya) diampuni oleh Allah dan diangkat derajatnya di dalam surga.
📚Syarh Al-Washiyyah as-Sughra 131.
Memiliki anak shalih, yang bermakna memiliki anak yang taat kepada Allah, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab, memberikan berbagai manfaat positif baik di dunia maupun di akhirat. Berikut adalah beberapa manfaat memiliki anak shalih:
Doa sebagai Amal Jariyah
– Anak shalih yang taat kepada Allah menjadi amal jariyah bagi orangtua. Setiap kebaikan dan amal perbuatan anak shalih akan terus mengalir pahalanya kepada orangtua, bahkan setelah mereka meninggal dunia.
Penyokong di Dunia dan Akhirat
– Anak shalih adalah dukungan dan bantuan bagi orangtua di dunia ini. Mereka bisa menjadi penyokong emosional, moral, dan bahkan finansial. Di akhirat, keberadaan anak shalih dapat menjadi penolong dan penengah bagi orangtuanya.
Ketentraman Hati Orangtua
– Keberadaan anak shalih memberikan ketentraman dan kebahagiaan hati bagi orangtua. Melihat anak yang taat kepada Allah dan berakhlak baik menjadi sumber kebahagiaan dan kebanggaan.
Dakwah Melalui Keluarga
– Anak shalih dapat menjadi agen dakwah melalui tindakan dan perilakunya yang baik. Keluarga yang hidup sesuai dengan ajaran Islam dapat memberikan dampak positif kepada lingkungan sekitar.
Penghalang dari Kesulitan di Akhirat
– Anak shalih dapat menjadi penghalang bagi orangtuanya dari azab dan kesulitan di akhirat. Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa anak shalih adalah salah satu bentuk perlindungan dari api neraka.
Peningkatan Kualitas Keluarga
– Kehadiran anak shalih dapat meningkatkan kualitas dan keharmonisan keluarga. Mereka membawa keberkahan dan keharmonisan dalam rumah tangga.
– Anak shalih adalah warisan kebaikan bagi orangtua. Mereka melanjutkan perjuangan orangtua dalam mendidik generasi yang taat kepada Allah.
Pengajaran Nilai-nilai Moral
– Anak shalih dapat menjadi teladan bagi saudara-saudaranya dan orang-orang di sekitarnya. Mereka dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengikuti nilai-nilai moral dan etika yang baik.
Doa dari Anak Shalih
– Anak shalih yang berbakti kepada orangtua seringkali mendoakan kebaikan untuk orangtua mereka. Doa anak shalih memiliki kekuatan besar di sisi Allah.
Pahala Sedekah Jariyah
– Setiap amal kebaikan yang diajarkan dan diterapkan oleh anak shalih dapat menjadi sumber pahala sedekah jariyah bagi orangtua dan keluarga.
Pelanjut Membangun Umat
– Anak shalih dapat menjadi generasi penerus yang membawa misi membangun umat dan memperjuangkan nilai-nilai Islam.
Memiliki anak shalih bukan hanya kebahagiaan di dunia, tetapi juga investasi besar untuk kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, mendidik anak dengan nilai-nilai agama dan etika yang baik sangatlah penting.
Saat berada di luar kota atau melakukan perjalanan panjang dan jauh maka diperbolehkan untuk melaksanakan shalat yaitu Jamak dan Qashar. Untuk kedua shalat ini memiliki perbedaan yang harus diketahui, yaitu:
Tata Cara Shalat Jamak Taqdim dan Takhir
Untuk shalat jamak sendiri merupakan dua shalat fardhu yang dikerjakan dalam satu waktu shalat saja. Beberapa shalat yang boleh dijamak adalah dhuhur dengan ashar serta maghrib dengan isya’.
Dan untuk shalat ini terdapat 2 macam yaitu taqdim dan takhir. Untuk shalat jamak taqdim merupakan shalat yang dilakukan di shalat pertama seperti shalat dzuhur.
Sedangkan, untuk jamak takhir adalah shalat yang dilakukan di shalat kedua seperti ashar. Dan bisa dipilih salah satu dari kedua shalat tersebut.
shalat Jamak Taqdim
Untuk shalat jamak taqdim ini didahului dengan tartib yang mendahulukan shalat pertama dibandingkan shalat kedua.
Dan untuk niat jamak pada shalat ini dilantunkan untuk shalat yang pertama baru dilanjutkan dengan shalat yang kedua, seperti:
Artinya: Aku sengaja shalat fardhu dhuhur 4 rakaat yang dijama dengan Ashar, fardhu karena Allah Ta’ala.
Untuk shalat maghrib dengan isya’ tinggal disesuaikan saja untuk niatnya. Selanjutnya, shalat ini harus dilakukan secara berurutan dengan dua shalat pisahnya tidak lama yang disebut dengan Muwalat.
Saat sudah selesai shalat pertama maka langsung shalat kedua dengan segera takbiratul ihram. Pada waktu shalat ini harus tetap dilaksanakan pada saat perjalanan meskipun untuk waktu perjalanan itu tidak seperti shalat qasar.
shalat Jamak Takhir
Sedangkan untuk shalat jamak takhir ini dilakukan pada saat shalat kedua yang dijamak dengan shalat pertama, dengan niat:
Artinya: Saya niat shalat fardhu Dhuhur empat rakaat dijamak bersama Ashar dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala.
Dan untuk shalat maghrib dan isya’ tinggal menyesuaikan niat saja. Untuk tata cara melaksanakan shalatnya pun masih sama seperti shalat jamak taqdim yang membedakan hanyalah pada niatnya saja.
shalat harus dilakukan dengan tuma’ninah, tenang, dan ikhlas dalam beribadah.
Tata Cara shalat Qasar
Selanjutnya, tata cara shalat di perjalanan juga bisa dilakukan dengan shalat qasar yang mana berarti meringkas jumlah rakaat dalam shalat yang dijalankan.
Contohnya saja seperti waktu shalat dhuhur, ashar, dan isya’ yang dapat dilakukan hanya 2 rakaat saja meskipun sebenarnya adalah 4 rakaat.
Biasanya shalat qasar ini dilakukan pada saat bepergian jauh dan melakukan aktivitas yang padat. Untuk hukum pelaksanaan dari shalat qasar ini sendiri, adalah:
Jawaz atau boleh jika sudah menempuh jarak perjalanan selama 84 mil atau 80.640 km.
shalat ini sangat afdhal jika dikerjakan pada saat sudah melakukan perjalanan dengan jarak 3 marhalah atau lebih yaitu 129,960 km.
Waktu shalat wajib yang dilakukan bisa dengan cara meringkas yaitu qashar agar shalat tetap dijalankan.
Sedangkan untuk tata caranya sama seperti shalat fardhu pada umumnya hanya saja pembacaan rakaat diringkas menjadi dua.
Dan untuk shalatnya bisa dilakukan dengan melakukan tata cara yang sama pada shalat pada umumnya hanya dilakukan sendiri-sendiri untuk shalat tersebut.
Tata caranya adalah niat, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, membaca surat Al-Fatihah, membaca surat pendek, ruku’ dengan tuma’ninah, i’tidal dengan tuma’ninah, sujud dengan tuma’ninah, duduk di antara dua sujud, sujud, berdiri lagi dan menjalankan rangkaian shalat, dan tasyahud akhir serta salam.
Untuk bisa melaksanakan tata cara shalat di perjalanan memang bukan hal yang susah.Akan tetapi, tetap diperhatikan untuk kesucian, waktu, dan tempatnya sehingga bisa dikatakan bahwa shalat tersebut sah.
Pelajari terlebih dahulu sebelum melaksanakan perjalanan sehingga shalat tetap terjaga.
Jangan lupa tetap sholat saat liburan dimanapun tempatnya bahkan saat diperjalanan juga bisa shalat, Tata cara sholat di perjalanan bisa dilakukan dalam kendaraan maupun luar kendaraan seperti sholat jamak dan qasar.
Apa Hukum Sholat Wajib di Atas Kendaraan?
Ketahui terlebih dahulu untuk hukum sholat wajib yang dilakukan di atas kendaraan menurut Islam. Ilmu ini perlu dipelajari bahkan sebelum melakukan perjalanan jauh.
Pasalnya, hukum shalat wajib diatas kendaraan hukumnya adalah diperbolehkan.
Hal tersebut dikarenakan, Rasulullah juga pernah melaksanakan sholat sewaktu perjalanan di atas kendaraan.
Terbukti dari hadis riwayat Bukhari yaitu “Nabi Muhammad SAW, sholat sunnah saat sedang berkendara dan tidak menghadap ke kiblat”.
Memang boleh untuk melaksanakan sholat di atas kendaraan selama perjalanan namun tetap diperhatikan pada tata cara sholat yang benar. Syarat diperbolehkannya situasi ini adalah jika memenuhi halangan yang sudah diatur dalam Islam.
Contohnya saja seperti kendaraan tidak berhenti selama memasuki waktu sholat karena perjalanan yang panjang.
Bahkan, saat macet dan kendaraan tidak bergerak sama sekali dan akan memunginkan waktu sholat terlewat maka juga diperbolehkan.
Syarat Diperbolehkannya Shalat dalam Kendaraan di Perjalanan
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa sholat di dalam kendaraan memang diperbolehkan namun dengan kondisi tertentu.
Apabila memungkinkan untuk bisa berhenti dan mencari tempat sholat maka alangkah lebih baiknya untuk bisa melaksanakan sholat terlebih dahulu.
Dan jika tidak memungkinkan waktu tersebut maka syarat-syarat yang diperbolehkan untuk sholat di dalam kendaraan, yaitu:
Terjebak di Kendaraan
Kondisi yang pertama adalah posisi kendaraan tidak bisa berhenti atau bahkan tidak bisa menepi karena macet.
kondisi saat tidak bisa berhenti seperti kereta api yang melakukan perjalanan berjam-jam. Hal ini memungkinkan untuk bisa sholat di dalam kendaraan
Menemukan Pemberhentian
Sebenarnya masih dalam kondisi yang pertama, dimana tidak ada tempat pemberhentian. Namun, kondisi ini bisa dikarenakan juga meskipun ada rest area namun untuk tempatnya tidak aman dan tidak layak untuk sholat. Jadi, pada kondisi tempat yang tidak layak untuk sholat bisa dilakukan di dalam kendaraan. Akan tetapi, saat kondisi bisa menemukan tempat pemberhentian ada baiknya untuk sholat menghadap ke kiblat dengan begitu sholat akan lebih afdol meskipun sambil duduk.
Bersuci Terlebih Dahulu
Jika sudah mendapatkan pencerahan seperti di atas untuk posisi dan letak tata cara sholat di perjalanan. Selanjutnya adalah bersuci yang diwajibkan sebelum melakukan sholat. Bersuci memang hukumnya wajib untuk bisa menghilangkan hadas kecil.
Melakukan perjalanan memang bukan hal yang membebaskan umat Islam dari sholat. Akan tetapi, tetap saja diberikan keringanan untuk bisa menunaikan ibadah sholat ini.
Agar lebih paham maka simak pembahasan mengenai tata cara sholat dalam perjalanan.
Akan tetapi, untuk bisa melaksanakan sholat maka harus bersuci terlebih dahulu. Jika dimungkinkan untuk wudhu maka bisa langsung menggunakan air, sedangkan saat tidak ada air maka bisa menggunakan tata cara tayamum.
Posisi yang dibolehkan untuk sholat di kendaraan adalah dengan posisi duduk karena akan membuat sholat menjadi mudah dilaksanakan. Kemudian, untuk langkah-langkahnya bisa melihat pada poin di bawah ini:
Dalam posisi duduk bacalah niat sholat bersama dengan takbiratul ihram.
Tangan bersedekap dengan posisi masih duduk dan bacalah doa iftitah, surat Al-Fatihah, dan surat pendek.
Setelah itu, gerakan rukuk dilakukan dengan posisi duduk dengan badan dibungkukkan sedikit., baca do’a rukuk.
Lalu, lakukan i’tidal dengan bacaan yang benar, posisikan punggung lurus dan masih dalam posisi duduk.
Gerakan selanjutnya adalah sujud yang dapat dilakukan pada posisi badan dibungkukkan lebih rendah dari posisi rukuk yang sudah dilakukan, baca do’a sujud.
Setelah itu, untuk gerakan duduk di antara dua sujud dengan duduk sempurna dan membaca do’a.
Lakukan gerakan sujud seperti sebelumnya yang sudah dilakukan. Dan lakukan untuk gerakan-gerakan yang sudah dijelaskan untuk diulangi pada rakaat yang sesuai dengan waktu sholat.
Lalu, untuk tahiyat akhir bisa duduk dengan posisi sempurna dan meletakkan kedua tangan di lutut dan membaca do’a duduk tahiyat akhir.
Akhiri sholat dengan menoleh ke kanan dan kiri dengan mengucapkan salam.
Gerakan sholat yang dilakukan di atas sebenarnya tinggal disesuaikan pada jumlah rakaat pada waktu sholat.
Dan bisa dilaksanakan jika memang tidak memungkinkan untuk keluar dari kendaraan karena sesuatu hal yang melewati waktu sholat.