DAFTAR PEMENANG LOMBA OBC VIRTUAL 2021

DAFTAR PEMENANG LOMBA OBC VIRTUAL 2021

Pemenang Lomba Menyanyi Jenjang PG :

Juara 1 :

Fatimah Azzahra (DEMAAN RT 01 RW 06)

Nama Ayah : SLAMET HARYANTO

Nama Ibu TIWI NURUL AINI

Juara 2 :

Riani Mutia Irawan (Ds.Padangan Rt 03 / 02, Kec. Winong, Kab. Pati)

Nama Ayah : Heri Irawan

Juara 3

NAIRA ARSYILA (LORAM KULON RT 02 RW 02 JATI KUDUS)

Nama Ayah : WARTONO

Nama Ibu : NOOR ISTIKHAH

Pemenang lomba Tahfidz Play Group (QS. Al Ikhlas)

Juara 1

Shazia Keinarra Afareen (Jl. Pangan RT 3 RW 1 Kelurahan Bapangan, Kec. Jepara, Kab. Jepara)

Nama Ayah : Agus Sulistyono

Nama Ibu : Chamidah

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 2

Zaynab Tsurayya (Jl martadireja II RT 4 RW 1 Kelurahan Purwokerto Wetan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas Jawa Tengah 53111)

Nama Ayah : Muhammad Zidny Naf’an

Nama Ibu : Dewi Erla Mahmudah

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 3

Haura Hisanah Khumairoh (Yayasan TPA/TPQ Al-Hidayah Jl. Botoran Barat No. 45 A Tulungagung 66213)

Nama Ayah : Khoirul Amin

Nama Ibu : Siti Khumairoh

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Pemenang lomba Menyanyi Jenjang TK

Juara 1

Kenes Ayu Bahtiar (Tunjungrejo Rt 01 Rw 02)

Nama Ayah : Nanang Taufiq Bahtiar

Nama Ibu : Sri Indayani

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 2

Villiesya Putri Jovan Arnetta (Desa kuniran, pati, jawa tengah)

Nama Ayah : Sujoko

Nama Ibu : Purwanti

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 3

Adeeva Azka Hardiyanti (Ds. Guwo Rt. 04 Rw. 01, Kec. Tlogowungu, Kab. Pati)

Nama Ayah : Nurhadi

Nama Ibu : Tutut Prasetiyanti

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Pemenang lomba Tahfidz Jenjang Kelas 1 ( Qs Al – Fill)

Juara 1

KANAYA ADIBAH UFAIRA (Besito RT 06 RW IV GEBOG KUDUS)

Nama Ayah : Aristiawan

Nama Ibu : Cholifatur Rosyidah

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 2

HUSNA MAZIDA (Desa Pagerharjo kec.Wedarijaksa kab Pati)

Nama Ayah : Zadan

Nama Ibu : Sri Utami

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 3

TAZKIYA QOTRUNNADA (Demaan Rt.02 Rw. 07 Kota Kudus)

Nama Ayah : Ali Muklisin

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Pemenang lomba Perkenalan Diri

(MEMPERKENALKAN DIRI KELOMPOK KELAS 1, HANYA ADA JUARA 3 KARENA STANDAR NILAINYA HANYA MEMENUHI JUARA 3)

JUARA PADA KELAS 2 (JUARA 1 , 2 ) & JUARA PADA KELAS 1 (JUARA 3)

Juara 1

Aleesha Aaqila (Perum. Griya Pesona Sarirejo Blok. C no. 5, Kemiri gang 1, Sarirejo Pati)

Nama Ayah : Adin Suryadin

Nama Ibu : Ibu Dian Asri Kusumaningrum

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 2

Aqila Tsania Ramadhanty (Payang rt 3 rw 1)

Nama Ibu : Anis Setyowati

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 3

Malik Fadhilah Ariyanto (Jl.raya gabus RT 01 RW 05 gabus – pati)

Nama Ayah : Tri Aryanto,ST

Nama Ibu : Ika Yuliantini,ST

Pemenang lomba Doa Kepada Orang Tua – Jenjang TK

Juara 1

Adheeva Afsheen Myesa (Tunjungrejo Rt 01 Rw 03 Margoyoso Pati)

Nama Ayah : Mustofa

Nama Ibu : Endang Isdhiyana

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 2

Rafani Aisha Ahmad (perum Mahameru jl. Kenanga V no 112 jombang Jawa Timur)

Nama Ayah : Ahmad Shoifi

Nama Ibu : Emil Fitria

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 3

Naufal Azka Hawwari (Jln Enggang 14 No.219 Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang)

Nama Ibu : Nurjannah

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-2.png

Pemenang Lomba OBC Tahfidzul Qur’an Kelas 2 dan 3 ( Qs. Adh – Dhuha )

Juara 1

ANINDITA FARANISSAKHI AZZAHRA (Jombang citra raya blok D6-9 pandanwangi diwek jombang)

Nama Ayah : Agan satyagraha

Nama Ibu : Rima meidayanti

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 2

Zahrun Nafisha Ubaidillah (Jln Musi no 75 Ngoro Jombang Jawa timur)

Nama Ibu : Erna Utami

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Juara 3

QOTTRUNNADA SALSABILA (Komplek graha Persada Jaya Jalur 1 no 1 pemurus dalam BANJARMASIN kalimantan selatan)

Nama Ayah : Toni Ari Murti

Nama Ibu : Pawestri Kendalini

This image has an empty alt attribute; its file name is Klik-Disini_-1.png

Selamat Untuk Para Pemenang & Semua Peserta OBC Virtual Bias Yaumi Fatimah Tahun 2021

MENJADI ISTIMEWA DENGAN SENDIRINYA

MENJADI ISTIMEWA DENGAN SENDIRINYA

Menjadi istimewa, inilah impian setiap orang tua bagi anaknya. Untuk mencapai hal tersebut tidak jarang ketika anaknya memasuki usia sekolah, orang tua berusaha memberikan berbagai tambahan keterampilan dan edukasi seperti mengirimnya ke berbagai les, mendatangkan guru privat dan seterusnya.

Padahal, jika memahami kebutuhan dasar mereka sejak awal,  orang tua tidak perlu bersusah payah dalam menyiapkan anak menjadi istimewa. Kebutuhan yang dimaksud adalah terpenuhinya rasa aman, merasa dicintai dan aktualisasi dirinya  (Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow). Kebutuhan dasar ini dapat dicapai apabila  pola stabil dalam pengasuhan di rumah terpenuhi. Pola stabil yang dapat dibentuk dari rumah adalah  memenuhi kebutuhan biologis, struktur keluarga yang jelas sebagai orang yang dipercaya dan juga hubungan harmonis antar anggota keluarga.

Apabila anak sudah memasuki masa sekolah maka orang tua harus bekerja sama dengan lembaga pendidikan . Lembaga pendidikan yang dipilih haruslah mewakili pola pengasuhan orang tua. Sekolah hendaknya memiliki fasilitas memadai, peraturan sekolah memperhatikan kesejahteraan anak, ada struktur kelas yang diketahui anak secara pasti siapa guru yang bertanggung jawab pada rasa amannya. Pola stabil yang dapat didukung oleh sekolah yaitu terpenuhinya kebutuhan biologis, adanya struktur anggota kelas yang jelas dan hubungan yang harmonis antar anggota kelas. 

Disamping pola stabil pengasuhan, dukungan terhadap eksplorasari anak juga sangat diperlukan untuk pengoptimalkan perkembangan dalam mencapai prestasi istimewa.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang –  Pediatri Sosial Magister Sains Psikologi Perkembangan DR dr Soedjatmiko SpA(K) Msi mengatakan anak-anak sekolah dasar di antara usia 7-12 tahun mengalami proses transformasi  paling intens dalam hidupnya. Pada tahap ini, anak-anak sedang dalam tahap mengembangkan kemampuan dan pengetahuan yang baru seiring dengan pertumbuhan fisik mereka.

Dr Soedjatmiko menambahkan anak-anak yang kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi secara optimal memiliki resiko terhambatnya pertumbuhan. Bahkan, kekurangan gizi memberikan dampak pada perkembangan fisik, menimbulkan kelelahan dan emosi, serta memberikan dampak kepada keterampilan sosial mereka saat ini dan di masa depan. Asupan nutrisi yang tepat dan seimbang sangat penting dan merupakan kunci selama masa pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Mengkonsumsi makanan bernutrisi dapat mendukung anak dalam menggapai minat dan bakatnya, menjaga kebutuhan energi mereka, serta memiliki prestasi di sekolah. Maka untuk mencapai dukungan tersebut disarankan orang tua dalam memilih sekolah  memperhatikan sekolah yang dapat memenuhi kebutuhan gizi peserta didiknya.

Sementara itu, psikolog pendidikan Dr Lucia RM Royanto MSi MspEd menjelaskan anak-anak berusia 7-12 tahun memiliki minat dan bakat besar dalam aspek kognitif, sosial, emosional dan fisik. Kemampuan berpikir mereka dapat diasah melalui stimulasi serta pengaruh dari lingkungan sekitar. Tetapi pada tahap ini, sebagian besar anak dibesarkan dengan pola asuh yang tradisional, kekhawatiran untuk beradaptasi di dunia modern dan semata-mata fokus pada pencapaian akademis. Hal ini dapat membatasi keinginan dan kebutuhan anak untuk bereksplorasi; sehingga membatasi perkembangan fisik mereka.

Padahal, lanjut Dr Lucia, kemampuan seorang anak untuk berkembang akan membawa mereka ke berbagai pengalaman sebagai dasar yang kuat untuk menggapai minat dan bakat mereka di masa depan. Untuk memaksimalkan potensi minat dan bakat anak diperlukan peranan bersama antara orang tua dan pendidik (sekolah ) untuk mengasuh dan membimbing anak-anak dalam menggapai minat dan bakat alami mereka. Pemilihan sekolah yang  memberi ruang  untuk bereksplorasi mutlak diperlukan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Terpenuhinya kebutuhan dasar, aktualisasi diri , dan luasnya ruang ekplorasi yang diperoleh menjadikan anak anak dapat tumbuh maksimal menjadi pribadi-pribadi yang istimewa.

Penulis

Ustadzah Nur hidayati, S.Pt

Mengenal Emosi dan Kepribadian

Mengenal Emosi dan Kepribadian

Assalamu’alaikum Ayah … Bunda …

www.biasyaumifatimah.com – Si enam tahun sudah mulai menegaskan diri, menentukan kesukaan dan ketidaksukaannya, lalu mengungkapkannya dengan jelas. Ia tidak selalu mengikuti apa yang kita rencanakan dan akan menentangnya dengan cukup tegas. Untuk pertama kalinya, kita akan berdebat dengan anak karena ia tak segan mengungkapkan pikirannya. Kata-kata bisa menyakitkan, dan si enam tahun dapat menggunakan pernyataan-pernyataan menyakitkan saat ia marah, “Aku benci Ibu (Ayah)”.

Memang ucapan yang sengit, tapi mungkin berasal dari anak usia enam tahun yang marah karena dijawab “tidak” oleh kita atau diminta melakukan sesuatu yang tidak ingin ia lakukan. Pahamilah bahwa pernyataan seperti itu merupakan ekspresi kemarahannya bukan pernyataan yang mengandung kebenaran.

Anak kita memahami bahwa kata-kata tersebut menyakitkan, tetapi ia tidak menyadari kekuatan dari kata “benci”. Ia hanya ingin ayah bundanya tahu betapa tidak sukanya ia terhadap permintaan ayah bunda, bukan kepada ayah bundanya.

Jawaban yang paling tenang adalah mengatakan, “Bunda sedih mendengarnya nak, tetapi bunda tetap sayang kamu”, sebaiknya ayah bunda menahan diri dari respon negative seperti, “Bunda juga nggak sayang kamu”. Respon seperti ini bukan kekanak-kanakan, pernyataan tersebut juga bisa dianggap serius oleh anak kita, bisa-bisa ia khawatir telah kehilangan cinta kita secara permanen.

Pada usia 6 tahun, anak masih belum memiliki kesadaran sosial sepenuhnya. Ketika ia sedang berada di rumah orang lain, ia mungkin berkata “Aku mau pulang, di sini bosan”. Kita mungkin merasa malu atas perkataannya, tetapi ia tidak, ia belum belajar untuk menahan pikirannya sendiri.

Sikap Plin-plan Anak

Pada usia 6 tahun, sikap anak kita tidak dapat diramalkan. Soal makanan saja bisa menimbulkan keributan karena seleranya kerap kali berubah dari hari ke hari. Satu hari ia mungkin menyukai sosis, tetapi kemudian menolak memakannya saat dihidangkan kembali beberapa hari kemudian. Bila ia gemar makan yang manis-manis, kita akan diganggu dengan rengekannya sampai ia mendapatkan permen.

Kita mulai menyadari bahwa kita bernegosiasi dengan anak saat ia menawar (dengan berjanji untuk bertingkah laku baik di rumah) demi mendapatkan camilan manis. Tidak ada yang salah dengan memberi ia hadiah, misalnya gambar temple dan  pujian cukup ampuh, tapi hanya jika ia telah menunjukkan sikap yang kita inginkan. Bila kita akan memberinya sebelum ia melakukannya, ia tidak akan menepati janjinya.

Ayah … bunda

Bismillah semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang benar-benar mengenal emosi dan kepribadian putra-putri kita dan kita semua bisa lebih sabar dalam mendidik dan membimbingnya. Aamiin.

Penulis

Ustadzah Jumiyati, S.Pd