INDAHNYA LAUT  #PUISI

INDAHNYA LAUT #PUISI

Oh laut

Kau membuat diriku

 Terpesona dengan keindahan mu

Kau sangat besar

Oh laut

Kau bagaikan langit yang berwarna biru

Dengan keindahanmu

ada beberapa orang yang mengagumi keindahanmu

Jika engkau tidak ada

Aku tidak bisa membayangkan

Bagaimana kehidupan ikan-ikan

Mungkin ikan-ikan itu sengsara tanpa dirimu

Manusia yang dulu merawatmu

Sekarang sudah mengotori dirimu

Sekarang sudah banyak orang yang membersihkanmu

Tetapi masih banyak juga orang yang mengotori dirimu

Karya

Alzena Belva Atha Devina

Meneliti di Laut Dalam #Cerpen

Meneliti di Laut Dalam #Cerpen

Kring… terdengar suara alarm Ray, Ray segera bangun dari karang dan langsung sarapan. Ray berfikir akan pergi berpetualang di laut ia mengajak teman – temanya untuk  meneliti paus. Ray segera pergi ke rumah teman – temannya.

Pertama Ray pergi kerumah Rini ,setelah sampai rumah Rini, Ray mengetuk pintu rumah Rini, tok…tok…tok “Assalamuallaikum warohmatullahi wabarokatuh,” sapa Ray. “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh,” jawab Rini. ”Ada apa ?“ tanya Rini .”Aku akan mengajak kamu meneliti paus yang ada di laut dalam, kamu mau ikut?” tanya Ray .”Mau”, jawab Rini.

Setelah itu Ray pergi ke rumah Squidi  bersama Rini,” Squidi…,” teriak Rini. “ Ada apa teriak – teriak,” jawab Squidi. ”Ini Ray ingin mengajakmu meneliti paus yang ada di laut dalam, kamu mau ikut ?”tanya Rini. “Mau mau…oh iya kita ajak Jack sekalian ya,” pinta Squidi .

“Kita telpon aja,kan kamu kemarin habis beli hp iphone dan hologram,” kata Rini. “Ya iyalah aku kan sultan, sultan bebas,” jawab Ray sambil pamer gelang termahalnya. “Hallo Jack mau ikut meneliti paus biru  yang ada di laut dalam nggak?”. “Aku mau ikut, pasti itu seru,” jawab Jack.

“Tunggu apalagi, ayo kita berangkat,” ajak Ray. ”Ayo!,” jawab Jack dengan suara lantang. “Tunggu, kita harus siap – siap dulu,”kata Rini. “Apa yang harus di persiapkan?”tanya Jack. “Buku tulis,pensil,panah,kamera,peta,”jawab Rini

BEBERAPA JAM KEMUDIAN

“Akhirnya kita sampai di laut dalam”,kata Ray.”Jauh juga ya!”kata Squidi. ”Iya aku sampai capek,”keluh Squidi.”Tapi di mana pausnya”, tanya Rini. ”Sebentar, kita lihat dulu petanya”, kata Ray.” Iya, betul kenapa dari tadi kita enggak lihat peta ya” jawab Squidi.

“Sekarang kita maju kira – kira 2m terus belok kanan sekitar 2m lagi, sudah sampai tapi kita belum di tempatnya kita sekarang di markas Ray dan kami sudah menemukan paus,”ucap Jack. “ Oh iya nama mu siapa?,” tanya Squidi.

“Nama ku Saem,” jawab Paus biru itu. “Kalau nama kalian siapa?,”tanya Saem. “Nama ku Ray,ini Squidi,ini Rini,dan ini Jack,” jawab Ray. “Aku mau bertanya, makan mu apa? dan…kamu ada berapa macam?” tanya Ray. “Makan ku plankton, aku ada sekiar 18 yaitu :

Ø  Paus Fin whale

Ø  Paus The North Atlantic Right

Ø  Paus Southern Right Whale

Ø  Paus Bowhead Whale

Ø  Paus Sei Whale, Balaenoptera borealis

Ø  Paus Bryde’s Whale, Balaenoptera

Ø  Paus Blue Whale, Balaenoptera musculus

Ø  Paus Orcinus orca < Killer Whale >

Ø  Paus Balaenoptera Omurai

Ø  Paus Humpback Whale Megaptera Novaeangliae

Dan lain lain

Nah teman teman itu nama nama paus yang ada di Bumi ini. Sekarang waktu nya kalian pulang, karena di sini bahaya. Kalian harus kembali ke tempat asal nya.

Dengan riang gembira akhirnya Ray, Squidi, Rini,dan Jack kembali ke daratan dan pulang ke rumah masing masing. Merakapun sepakat untuk menjaga spesies Paus di Bumi ini.

Pengenalan Tokoh

ü Ray          : Pari

ü Rini         : Dugong  

ü Squidi : Gurita

ü Jack          : Lumba lumba

ü Saem        : Paus Biru

Karya : Arif&KIKI

#Puisi “Cahaya Mata”

#Puisi “Cahaya Mata”

Bagian 1 : Cahaya

Yang selalu kita rindukan saat pagi tiba

Atau kita harapkan selalu ada

Tapi seringnya kita tak menyadarinya

Karena begitu berlimpahannya

Adalah cahaya

bagaimana Allah mencipta cahaya?

Sungguh aku ingin bertanya

Bagaimana ia bekerja sama dengan mata

Menciptkan nuansa warna

Sehingga indah dunia karenanya

Cahaya dijadikanNya berwarna – warna

Kuning, biru, merah, ungu, hijau dan jingga

Yang spektrumnya berjuta juta

Dari infra red yang hangat hingga ultra violet yang membutakan mata

Bagian 2 : Mata

Kornea sebening kaca

Selalu basah air mata dalam tiap kedipannya,

Pupil selincah bola

Selalu membesar mengecil menyesuaikan jumlah cahaya

Lensa selentur balon

Selalu menipis menebal menyesuaikan jarak benda

Iris yang berwarna warna,

Mempercantik penampilanya

Koroid dan retina yang super canggih sensornya

Menerima setiap rangsang cahaya

Syaraf mengubahnya jadi signal yang bergerak secepat cepatnya

Menuju otak pada akhirnya

Mata yang hidup melihat cahaya

Hati yang hidup melihat petunjukNya

Mata yang mati gelap dunianya

Hati yang mati gelap akhiratnya

Ketika jazad tak bernyawa

Tertutup sudah penglihatanya

Walau ada cahaya

tak mampu ia melihatnya

Gelap semua sekitarannya

Hanya amal -amal yang kan berubah jadi cahaya

Puisi karya,

Ustadzah Turasmi, S.Pd

Matahari Bernyanyi

Matahari Bernyanyi

Mari mengintip matahari
Dia yang selalu menepati janji
Terbit setiap pagi
Tiada terlambat walau seperi

Ke sinilah ke tempat kami
Di sini ada cerita matahari bernyanyi
Bersama daun berbisik dan angin menari

Ke sinilah ke tempat kami
Di sini ada cerita matahari tersenyum senang hati
Mengelilingi bumi tiada henti

Ke sinilah ke tempat kami
Di sini matahari bersahabat dengan angin dan daun membersihkan bumi

Ke sinilah ke tempat kami
Ada cerita matahari kami
tunduk pada ilahi robbi
Tiada minta tangguh walau sekali
Padahal berkuasa di sejagad negeri
Bahkan jadi dewa di mesir, jepang dan yunani

Karya

Ustadzah Turasmi, S.Pd

Bangau Merah Putih

Bangau Merah Putih

Sekelompok bangau terbang di pagi hari
Mencari makan kesana ke mari
Sambil bernyanyi
Kwak wak swing kwak wak swing
Kwak wak swing kwak wak swing

Sungguh riang berlompatan
Sungguh lincah menari berlarian
Mengorek mematuk menemukan makanan

Sungguh ringan terbang berarakan
Berkelompok saling mengamankan
Membentuk formasi V saling menguatkan
Satu memimpin terbang paling depan
Yang lain terbang di belakang
berteriak menyemangatkan

Mengembara lintas benua lintas samudra
tak melupakan jalan pulang
Tiap tahun bermigrasi tapi kembali lagi

Sungguh indah ilham illahi
mengatur jalan hidup bangau ini

Karya

Ustadzah Turasmi, S.Pd