oleh adm yf | Apr 9, 2016 | Ruang Psikolog
Gaya Belajar si Auditori
Oleh : Adin Suryadin,Psi,M.Si

Ada beberapa orang tua yang merasakan kesulitan dalam membimbing belajar putra-putrinya. Apabila mengajari membaca dan menulis anak sulit sekali memahami dan mengikutinya…apakah anak saya inteligensinya rendah..?, tidak juga, buktinya…anak saya mudah menghapal sesuatu dan sudah hampir hapal juz amma walaupun belum bisa membaca Al-Qur’an…
belum lagi disuatu kelas ada anak yang pintar dalam menjawab setiap pertanyaan dari ustadz/ahnya namun ketika tes tertulis jawabannya di kertas kosong semua, karena ia kesulitan untuk menjawab soal dalam bentuk tulisan…apakah anak ini bodoh?..kata ustadzahnya tidak karena sebenarnya ia bisa menjawab secara lisan dan benar jawabannya.
apakah ada yang salah dalam cara belajar anak ini..?.
Inilah sekelumit kasus anak dengan gaya belajar auditori yang menonjol..lalu apa gaya belajar auditori itu..?.
Perlu diketahui setiap anak mempunyai gaya belajar sendiri-sendiri. Pembelajaran akan efektif apabila proses pembelajaran sesuai dengan gaya belajar anak. Kita tidak bisa memaksakan seorang anak harus belajar dengan susasana dan cara yang kita inginkan karena masing-masing anak memiliki tipe dan gaya belajar sendiri-sendiri. Kemampuan anak dalam menangkap materi dan pelajaran tergantung dari gaya belajarnya.
Banyak anak menurun prestasi belajarnya di sekolah karena anak dipaksa belajar tidak sesuai dengan gayanya. Anak akan mudah menguasai materi pelajaran dengan menggunakan cara belajar masing-masing.
Menurut Deporter dan Hernacki (2002), gaya belajar adalah kombinasi dari menyerap, mengatur dan mengolah informasi. Terdapat tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas yang digunakan individu dalam memproses informasi yaitu gaya auditori, gaya visual, dan gaya kinestetik. Tentunya gaya yang paling banyak modalitasnya dalam belajar adalah gaya auditory dan dan gaya visual, karena apabila dua gaya ini terlalu lemah biasanya anak akan mengalami kesulitan dalam belajar.
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik gaya belajar model ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus mendengar, baru kemudian kita mengingat dan memahami informasi itu. Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan dalam menulis ataupun membaca.
Ciri-ciri anak dengan gaya belajar Auditori yaitu :
- Anak mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok atau kelas. Artinya anak auditori ini lebih mudah memahami penjelasan yang bersifat verbal baik guru atupun temannya. Maka belajarnya anak seperti ini sering meminta orang lain membacakan buku atau catatannya.
- Anak seperti ini adalah pendengar yang ulung, sekilas mendengarnya ia akan mudah mengingat dan mengulang Makanya kalau nonton televisi anak seperti ini akan cepat mengulang dialognya dari pada ekspresi atau pakaian artis yang ditontonnya.
- Anak dengan gaya belajar Auditori cenderung banyak omong dan belajarnya senang dengan diskusi, namun kesulitan dalam membuat laporan tertulis dan kesulitan mengerjakan pelajaran mengarang dalam bentuk tulisan.
- Si Auditori tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya. Kalaupun si auditori membaca umumnya ia membaca dengan keras sehingga bacaannya bisa di dengarnya sendiri.
- Si Auditori senang berkomunikasi dan bersosialisasi karena dengan banyak berinteraksi ia akan banyak mendengar informasi yang mudah ia serap.
- Anak dengan gaya Auditori Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll.
Tips belajar untuk anak dengan gaya belajar Auditori :
- Doronglah diri anda / anak anda untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
- Ajaklah anda dan anak anda untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
- Gunakan nada dan pola bicara dalam menyampaikan pelajaran yang menarik (biasanya dengan musik, cerita penuh ekspresi)) agar anak yang Auditori lebih tertarik mendengarkan materi pelajaran.
- Rekamlah materi pelajaran agar anak dapat mendengar ulang apa yang disampaikan oleh guru atau ustadz-ustadz
Tentunya setiap orang mempunyai kemampuan macam-macam gaya belajar itu namun dengan modalitas yang berbeda, artinya anak dengan gaya belajar Auditori bukan tidak bisa sama sekali gaya belajar visual ataupun kinestetik hanya kemampuan yang menonjol gaya belajar auditori. Sehingga dengan demikian kita bisa menentukan apakah kita/anak kita termasuk gaya auditori dalam belajar atau gaya yang lainnya?.
Wallahu a’lam bishowab….
Edisi selanjutnya adalah gaya belajar visual…!
oleh adm yf | Apr 9, 2016 | Ruang Psikolog
Pola Asuh Positif
Oleh : Adin Suryadin,Psi,M.Si

Perilaku orangtua dalam mendidik anak sejak dini ternyata berkorelasi langsung dengan sikap, pribadi buah hati di masa mendatang. Jika salah melakukan pengasuhan, yang terjadi justru anak mempunyai sifat atau sikap negatif. Lalu bagaimana mendidik anak yang tepat sehingga menjadi anak yang hebat (incredible).Tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua. Tetapi, orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif agar dapat membentuk karakter positif pada anak di masa depan.
Apa itu pola asuh positif…? pola asuh positif yaitu pola asuh yang menerima anak apa adanya dengan berusaha membimbing dan menyesuaikan dengan karakter dan kemampuan anak dengan selalu berusaha mendorong secara positif untuk kemajuan anak. Pola asuh positif ini bagian dari pola asuh autoritaif (pola asuh demokratis) dimana pada pola asuh positif ini selalu memandang positif dan kebaikan pada anak dengan terus memberi dorongan / motivasi yang positif, sehingga diharapkan terbentuk karakter positif pada anak.
Beberapa tips mendidik positif bagi anak :
- Berkomunikasilah secara positif. Orangtua harus mempunyai persepsi bahwa anak itu unik dan mempunyai perbedaan dibandingkan anak yang lainnya. Jadi orangtua harus mempunyai kemampuan untuk membangun bakat yang dimiliki dengan cara yang positif. Kalau ibu ingin anaknya belajar bukan bilangnya “Jangan malas-malas”. Tapi akan lebih baik jika mengatakan “Ayo dong semangat belajar, kamu pasti bisa kalau mau melakukannya, lebih baik yang ini dulu baru yang lainya”, dan masih banyak lagi kata yang lainnya, yang intinya komunikasi dalam pola asuh positif tidak ada larangan (diganti dengan kata ajakan ke arah yang lebih baik), tidak banyak memerintah namun mengajak anak dengan menarik dan pendekatan persuasif yang diharapkan anak merasa nyaman dan merasa senang melakukan apapun instruksi dari oarang tua.
- Hindari membandingkan dengan adik, kakaknya atau dengan anak lain.
Jangan membandingkan dengan yang lain, tapi bandingkan dengan kemajuan yang diperoleh buah hati. Jangan mengatakan “Kakak kamu lebih hebat atau kakak kamu lebih rajin belajarnya, jadi kamu harus seperti dia dong. Harusnya katakan ”kamu pasti bisa lebih baik nilainya dari ini”, atau katakan “masih ada kesempatan untuk memperbaiki nilai kamu”, dan seterusnya. - Dorong anak untuk ikut kompetisi. Terutama pada anak yang berusia 5 – 8 tahun yang lagi senang-senangnya berkompetisi karena dari perkembangan kognitifnya lagi senang-senangnya untuk menunjukkan kebisaannya dan kemampuan yang dimilikinya. Tapi kalau sudah 12 tahun keinginan untuk berkompetisi turun. Jadi kalau ingin membentuk anak yang hebat, ajaklah berkompetisi sejak kecil. Katakan “ayo lomba berlari dengan bapak atau kakak, siapa yang duluan mencapai pohon itu akan mendapatkan ……” dan seterusnya, namun dalam memberikan perlombaan ini harus hati-hati terhadap anak yang sensitif, jangan sampai kompetisi ini terlalu sulit bagi anak, dan jangan sampai ia terus merasa kalah selalu, berilah semangat dan kesempatan untuk menang.
- Hindari memotong pembicaraan. Seringkali orangtua tidak sabar mendengarkan perkataan anak dan selalu menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mendengarkan terlebih dahulu dengan penuh perhatian. Anak juga ingin dihargai pendapatnya. Bahkan sebaiknya pada saat anak bicara tatap mata anak dengan penuh harapan dan keinginan untuk mendengarkan informasi dari anak, dan berilah kata-kata umpan balik misalnya : ”oya”, begitu to, oh, atau hemm, dan ya ya”. Jika ini dilakukan bisa melatih anak berani mengemukakan pendapat, atau gagasan yang dimilikinya.
- Fokus pada tujuan terkadang orangtua asal memerintahkan. Misalnya, mengatakan jangan lupa baju olah ragamu dibawa pulang atau mengatakan jangan malu bertanya nanti sesat di jalan. Lebih baik mengatakan, ” kamu pasti ingat untuk membawa baju olah ragamu”, “Kalau berani bertanya, itu tanda anak cerdas,”. Jadi bicaranya lebih positif sehingga membuat anak menjadi terinspirasi.
- Memberikan banyak pujian, tentunya di tempat dan waktu yang tepat
terlalu banyak waktu anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk buah hati. Sebaliknya, anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali anda perlu mengucapkan, “Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula.” - Berikan pelukan, belaian, dan ciuman. Biasakan memeluk buah hati hingga 12 kali sehari. Tujuannya supaya ia merasakan adanya kedekatan, kehangatan sehingga mampu membangun ikatan emosional yang baik disamping anak akan merasa diterima dan didukung oleh orangtuanya, pelukan ini akan menambah kekuatan dan percaya diri dalam menyelesaikan masalahnya anak sendiri.
- Membangun aturan sederhana. Melatih kedisiplinan bisa dilakukan dengan membangun rutinitas misalnya: jam makan, jam tidur, makan pada tempat yang benar, dan lain sebagainya. Ini akan melatih anak hidup secara disiplin. Meski demikian, sebagai orangtua harus memberikan contoh melakukan kedisiplinan. Jangan terus dilanggar.
- Hindari untuk bicara dengan anak ketika sedang mengalami emosi negatif
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Misalnya dengan dibiarkan sejenak atau berilah senyuman dan bantuankecil agar merasa nyaman dan keluar dari perasaan jengkel dan kesal tersebut. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.
Dalam melakukan tips-tips ini anda bisa mengembangkan sesuai situasi dan kondisi di lapangan yang tentunya akan lebih bervariasi dan kompleks permasalahanya…selamat mencoba semoga bermanfaat…Wallahu A’lam bish-showab…
oleh adm yf | Nov 5, 2015 | Kegiatan Siswa, SD IT
Assalamualaikum,
Alhamdulillah PPL ceria untuk adik-adik kita yang duduk di kelas 1 (SIBI YAUMI FATIMAH PATI dan KUDUS) kemaren 4 November 2015 telah sukses dilaksanakan dan diwarnai dengan keseruan dan dihiasi dengan semangat anak-anak yang tercermin dari raut wajah mereka. Sahabat YAUMIFATIMAH ingin tahu tidak? Kira-kira dimana ya tempat tujuan PPL kali ini? Hmn,,,, perlu Mr. Blog jelaskan? …. ^_^
Lokasi Tujuan PPL : PONDOK PESANTREN AL MAWADDAH KUDUS
Kenapa kok pilih lokasi ini ? Di pondok ini banyak sekali disajikan tempat-tempat yang sangat baik untuk media belajar anak-anak, ada perkebunan Buah Naga (Sebagai Tujuan Agrowisata), ada media kolam tangkap ikan yang dirancang khusus buat anak-anak, ada juga proses pembuatan tepung dari singkong yang melibatkan anak-anak secara langsung dalam proses pembuatannya, ada juga memanen singkong, Game-game edukasi , motivasi , senak otak untuk anak, hmn…. membuat cup cake, dan masih banyak lagi…. ^_^
Bagaimana?? apakah kalian Penasaran dengan apa saja yang telah kami dokumentasikan ? Nah, kita simak berikut, sebuah rangkaian foto yang terbingkai dengan momen yang indah.
oleh adm yf | Okt 31, 2015 | Kabar Sekolah
Alhamdulillah…
Hari ini , sabtu , 31 Oktober 2015 , Yayasan Amalan Umat Islam (Ya Ummi) Fatimah Pati , telah selesai mengadakan shalat istisqo di Alun-alun Pati, dengan Imam dan Khotib oleh Ust. H. Sigit Sulistiyo, Lc.
Agenda ini diharapkan bisa menjadikan kita lebih mempunyai rasa ketergantungan kepada Allah SWT. Pelaksanaan Shalat hari ini, dimulai dari jam 10.00 wib dilanjutkan dengan khutbah sampai dengan selesai. Dengan diliput dari berbagai media di Pati, diharapkan bisa menginspirasi warga di kota lain, semata-mata hanya untuk kita semua dan saudara kita yang terpapar asap.
Berikut dokumentasinya :
oleh adm yf | Okt 23, 2015 | Kabar Sekolah, Kegiatan Siswa, SD IT
Assalamualaikum
Alhamdulillah tanggal 20 Oktober 2015 , PPL CERIA SIBI YAUMI FATIMAH JUWANA, PATI, KUDUS, untuk kelas 4, 5, dan telah selesai kita laksanakan. PPL ini sangat bagus untuk mendorong jiwa entrepreneur anak, dan juga meningkatkan semangat Anak di sekolah dalam mengikuti KBM khususnya praktek.
ANAK-ANAK SIBI YAUMI FATIMAH telah dengan semangat penuh antusias dan keceriaan mengikuti agenda PPL ini.
Semangat dan keceriaan mereka terangkum apik dalam bingkai moment yang indah sebagai berikut.