oleh Editor Dua | Sep 4, 2019 | Batita, Kabar Sekolah, Playgroup, Ruang Psikolog, SD IT, TK IT
Adin Suryadin, Psi, M.Si.
Ibu
Dian merasa bingung memilihkan sekolah untuk anak pertamanya Nira yang masih berusia 4,5 tahun. Ia
mengharapkan anaknya bisa bermain dan belajar di Taman Kanak-Kanak atau PAUD
yang sesuai dengan keinginan anaknya, namun
setiap sampai ke sekolah Nira tidak
mau turun dan menunjukkan ekspresi ketakutan dengan menangis dan memegangi
tubuh ibunya seakan-akan tidak mau melepaskannya. Nangisnya reda setelah jauh
dari sekolah tersebut dan tidak terlihat lagi bangunan dan arena bermain
sekolah TK atau PAUD yang barusan ia datangi bersama ibunya.
Ibu
dian berusaha mencari tahu kenapa kok putrinya takut sekali apabila memasuki
halaman bermain sekolah TK atau PAUD..?. pada saat bermain dengan teman sebaya
di rumah nira biasa saja, ceria dan baik perkembangannya. Setelah beberapa saat
dan tenang, ibu Dian menanyakan secara baik-baik, ”kenapa kak nira tidak mau masuk ke sekolah ini dan sekolah itu?, kak
nira senang sekolah yang mana?”. Sungguh mengejutkan jawaban dari putri bu
Dian “aku nggak mau sekolah, aku takut
sama ayunan”. Karena hampir si sekolah TK dan PAUD mesti ada mainan ayunannya.
Usut
punya usut takutnya nira itu karena
punya pengalaman trauma jatuh dari ayunan waktu berusia dua tahun bersama
dengan bibinya, jadi setelah itu setiap melihat dan dekat dengan ayunan Nira ketakutan dan menangis.
Kisah
di atas menunjukkan anak yang mengalami kecemasan, yang tentunya masih banyak
lagi kecemasan-kecemasan anak dengan obyek dan situasi yang berbeda. Sebenarnya
apa sih kecemasan itu dan bagaimana cara mengatasinya?.
Kecemasan
merupakan ketakutan yang berlebih-lebihan tidak ada stimulasi yang langsung
dari luar yang membahayakan pada anak dan ketakutannya berasal dari internal
psikis anak (kamus bahasa indonesia, 2005). Kecemasan adalah respon terhadap
suatu anacaman yang sumbernya tidak diketahui, internal, samar-samar atau
konfliktual (kaplan&sadock, 1997). Berdasarkanpengertian ini ketakutan yang
berlebihan yang tidak ada alasan yang jelas dan tidak betul-betul kongkrit
subyek yang menakutkanya namun sumber ketakutannya sudah bersifat internal
artinya perasaan cemasnya sudah dari kejiwaan anak.
Ada
beberapa penyebab kecemasan pada anak :
- Karena
pengalaman traumatis, anak yang mengalami pengalaman yang menakutkan dengan
kondisi-kondisi tertentu sering dan mudah sekali mengalami kecemasan, karena
pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan yang bersifat traumatis akan mengendap dalam perasan internal subyek
sehingga respon subyek sering diliputi kecemasan.yang sering mengakibatkan
pengalaman Traumatik:
- Anak sering ditakut-takuti dengan sesuatu
yang tidak jelas, misalnya Hantu, kegelapan, dll.
- Anak sering dilarang-larang, anak yang
sering dilarang akan merasa terhambat aktifitasnya sehingga ia akan merasa
cemas untuk merespon suasana dan situsai yang baru.
- Menurut
Freud kecemasan terjadi karena ada dorongan-dorongan yang tidak terpuaskan
sehingga merasa kecewa dan dengan banyak kekecewaan ini mengakibatkan dalam
perasaan subyek tertanam kecemasan menghadapi situasi tertentu dan obyek
tertetntu sesuai dengan stimulasi dorongan yang tidak terpuaskan tadi.
Dalam melakukan
penanganan terhadap anak yang sudah mengalami kecemasan ada beberapa tahap:
- Tahap
pertama jauhkan dulu anak dari stimulasi atau obyek yang membuat anak cemas,
misalnya jauhkan dulu dari ayunan atau benda yang membuat dia cemas. Dan
alihkan dengan sesuatu yang ia senangi,
- Tahap kedua setelah beberapa hari dan anak
merasa sudah tidak mengingat lagi, kita bisa mulai menceritkan mainan ayunan
benda itu dengan cara menarik dan menyenagkan, misalnya kita menceritakan
bagaimana asyiknya main ayunan itu kita akan mersa asyik diayun-ayun dan
didorong-dorong.
- Kalau anak sudah mau mendengarkan cerita
kita bisa terus mengulang-ngulang sampai ia menunjukkan ekspresi senang
mendengarkannya.
- Tahap ke empat kita bisa memperlihatkan
gambar mainan ayunan tersebut kepada anak sambil diceritakan ini gambar ayunan
dan begini cara memainkannya, bisa juga ditambah diperlihatkan gambar anak
sebaya sedang mainan ayunan.
- Tahap ke lima kita bisa mengajak anak
melihat langsung mainan ayunan dari jarak yang agak jauh sambil diceritakan itu
mainan ayunan. Setelah anak melihat dan menujukkan ekspresi senang kita bisa
melanjutkan ke tahap berikutnya.
- Pada tahap ke enam ini kita bisa
melihatkan anak sebaya main ayunan dihadapan anak kita, sambil diceritakan dan
dikomentari wah betapa asyiknya ya anak itu main ayunan.
- Pada tahap ketujuh kita mengajak bersama
anak kita main ayunan. Apabila ia mau mengikuti maka kita bisa lanjutkan ke
tahap delapan.
- Pada tahapan ini kita bisa melakukan
bermain bersama berayun-ayun dengan anak kita, jangan dulu ditinggal sampai ia
merasa nyaman bermain ayunan tersebut.
- Secara
bertahap kita bisa meninggalkan anak main ayunan sendiri.
Tidak ada batasan waktu dalam
perpindahan dari tahap satu ke tahap lainnya, kalau anak sudah merasa senang
dan menunjukkan ekspresi senang maka bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
Selamat mencoba….insya Allah ada
jalan.
Wallahu
a’lam bishowab……
oleh Editor Dua | Sep 4, 2019 | Batita, Kabar Sekolah, Playgroup, Ruang Psikolog, SD IT, TK IT
Artikel Psikologi
Anak
Adin
Suryadin,Psi,M.Si.
Jiwa merdeka akan tercermin pada
sikap dan perilaku anak yang
percaya diri, berani, mandiri,
dan bertanggung jawab. Dengan jiwa merdeka anak akan lebih mudah untuk menyesuaikan diri, lebih
mudah untuk belajar, dan akan lebih mudah
untuk mengambil keputusan, dan akan berani bertanggung jawab terhadap
apa yang ia perbuat, dengan jiwa merdeka
anak akan mempunyai keberanian menghadapi segala tantangan yang ia hadapi serta
dengan jiwa merdeka anak akan lebih ulet
untuk mengejar apa yang ia inginkannya.
Jiwa merdeka merupaka sikap dan
karakter para pemimpin yang tentunya tidak hanya bersifat potensial namun
sangat membutuhkan siraman dan pupuk stimulasi pendidikan dari keluarga dan
sekolah serta membutuhkan kesempatan dari lingkungan sekitar untuk tumbuh dan
berkembang menjadi sebuah pohon pribadi yang merdeka. Dengan demikian kita
sebagai orang tua yang sekaligus pendidik untuk anak-anak kita perlu
mempersiapkan dan memberi sarana kepada anak kita untuk berjiwa merdeka agar
kelak bisa memimpin negeri ini atau minimal bisa memimpin dirinya ke arah lebih
baik.
Ada beberapa prinsip pendidikan yang harus
diperhatikan dalam rangka mencetak para pemimpin kelak yang berjiwa merdeka
mulai dari pendidikan di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat adalah:
- Pendidikan
dari rumah sebaiknya harus bersifat motivasi secara persuasif agar anak tumbuh
menjadi pribadi yang percaya diri, penuh kasih sayang dan empati terhadap
sesama. Misalnya memberi hadiah dan pujian bagi yang berprestasi bisa
menyelesaikan tugas dengan baik, dan memberikan hukuman yang mendidik bagi yang
kurang menyelesaikan tugas-tugasnya, sehingga anak-anak semangat dan percaya
diri dalam melakukan sesuatu pekerjaan.
- Pendidikan dari rumah sebaiknya bisa
memberikan tugas-tugas perkembangan pada anak untuk melatih tanggung jawab,
percya diri dengan bisa menyelesaikan tugas-tugas harian yang sesuai dengan
kemampuan anak. Misalnya menjaga adik, menghidupkan lampu, mematikan kran,
membersihkan rumah dll. Dengan anak merasa bisa menyelesaikan tugas-tugasnya
maka ia merasa bertanggung jawab bahwa ia dibutuhkan dan percaya diri bisa
menyelesaikan tugasnya.
- Pendidikan dari rumah bisa menanamkan dan
melatih sikap lapang dada, berani mengakui kesalahan dan bisa menunjukkan rasa
bangga bisa menyelesaikan apa yang ia sudah lakukan. Dalam menanamkan sikap
lapang dada ini membutuhkan teladan dari orang tua. Banyak para pemimpin lahir
dari orang tua yang mampu memahami anaknya dan memperhatikan dengan penuh kasih
sayang dan sabar dalam membimbing anak mereka sehingga mereka bisa menjadi
pribadi yang menonjol.
- Pendidikan dari rumah hendaknya bisa
memperhatikan minat dan bakat anak sehingga kita bisa memperlakukan dan memberi
tugas pada anak sesuai apa yang ia inginkan dan kemampuannya, dengan demikian
anak akan merasa senang melakukannya dan tidak merasa tertekan atau beban dalam
mengerjakan tugas dari orang tuanya.
- Pendidikan di sekolah. Hendaknya anak bisa
disekolahkan di sekolah yang memperhatikan aspek perkembangan siswa yang multi
potensial, sehingga setiap anak akan mersa senang di sekolah dan beragam
potensi anak akan berkembang sesuai potensinya.
- Pendidikan di sekolah selain mengembangkan
kemampuan akademis juga menanamkan pendidikan karakter yang mempunyai basic
keyakinan (diniyah) sehingga akan membentuk anak bersikap ilmiah secara
akademis dan bersikap merdeka dalam bertindak dan berperilaku, karena ia hanya
akan mersa takut dengan aturan Allah yang menciptakannya bukan dengan pandangan
manusia semata.
- Pendidikan di sekolah untuk seorang calon
pemimpin yang berjiwa merdeka handaknya sekolah banyak memberikan kesempatan
kepada siswanya untuk belajar bereksplorasi, dimana dalam bereksplorasi anak
banyak pengalaman yang membuat mereka lebih kreatif dan kritis melihat
keanadaan lingkungan sekitar, dan dengan bereksplorasi akan menambah wawasan
dan pengetahuan. Dengan demikian sekolah calon pemimpin seyogyanya memperbanyak
belajar di luar, PPL, praktek lapangan,
dll.
- Pendidikan lingkungan sekitar. Pemimpin
berjiwa merdeka sering lahir dari lingkungan masyarakat yang dinamis, menghargai
anak sebagai generasi penerus sehingga banyak memeberikan kesempatan kepada
generasi muda untuk berkarya dan bertanggung jawab terhadap tugas dan permasalahan
masyarakatnya.
- Pendidikan
masyarakat sangat berperan terhadap karakter pemimpin yang akan datang. Apabila
masyarakat itu kondusif, tenang maka akan melahirkan pemimpin yang sistematis
dan seimbang pemikiran dan perasaan dalam melihat permasalahan yang ada,
sedangkan pemimpin yang lahir dari lingkungan yang tiak tenang, sedang
berperang, maka kemungkinan akan melahirkan pemimpin yang yang selalu siaga,
waspada dan agresif, sedangkan pemimpin yang lahir dari lingkungan yang bebas,
tidak beraturan maka akan melahirkan pemimpin yang tidak memahami norma dan
aturan moral yang ada.
Dengan
demikian untuk menciptakan generasi berjiwa merdeka maka pendidkan harus
terpadu antara pola asuh di rumah, model pendidikan di sekolah dan pendidkan
dari lingkungan masyarakat sekitar. Pola asuh orang tua yang sangat persuasif
memperhatikan perkembangan anak dengan penuh kasih sayang yang bertanggung
jawab, serta sekolah yang berusaha mengeksplor minat dan bakat siswa, serta
lingkungan sekitar yang mendukung, memberi kesempatan kepada anak untuk
mengembangkan segenap kemampuaannya maka akan lahir pemimpin yang berjiwa
merdeka yang berani karena benar, berani dengan penuh kesucian hati dan fikiran
yang sesuai fitrah dari sang pencipta, seperti makna lambang bendera kita “merah putih”.
Selamat
hari ulang tahun kemerdekaaan Indonesia yang ke 72 semoga era generasi
yang akan datang menjadi era generasi emas anak sholeh, amin
yaa robbal alamin.
Wallahu
a’lam bishowab.
oleh Editor Dua | Mar 4, 2019 | Prestasi Siswa
Dalam seni beladiri Taekwondo selain Kyorugi atau sparing dan Kyukpa atau pemecahan benda keras adapula Poomsae. Apa itu Poomsae?
Poomsae yaitu berasal kombinasi dua kata ‘poom’ dan ‘sae’. Poomsae adalah unit yang penting dalam sistem teknis Taekwondo. Menurut buku panduan poomsae, poomsae adalah gerakan-gerakan kombinasi yang dirancang untuk berlatih tanpa instruktur, dengan menggunakan dasar kinerja yang tetap dari menyerang dan bertahan. Oleh karena itu, Poomsae memiliki kelebihan dalam melatih teknik-teknik khusus dari teknik-teknik yang diterapkan, yang tidak dapat dilatih melalui gerakan-gerakan dasar. Poomsae dilatih bersamaan dengan garis (line) poomsae, dan garis poomsae ini menunjukkan posisi kedua kaki dan arah gerakan.
Nama lengkapnya Muhammad Izzudin Zaki, biasa dipanggil dengan Mas Zaki, masih duduk di kelas 4 di SDIT Bias Yaumi fatimah Pati, Alhamdulillah telah berhasil menjadi Juara 1 Popda ( poomsae) se eks Karesidenan Pati, Pomsae yang di adakan di Blora.
Mas Zaki mewakili Kabupaten Pati, menyisihkan Lawan- lawannya dari Kabupaten Rembang, Blora, Kudus, Jepara, grobogan dan rencananya akan maju ke tingkat Propinsi.
Mohon do’a dan dukungannya ya…
oleh Editor Dua | Mar 4, 2019 | Prestasi Siswa
Sekilas (FLS2N & FL2N)
Kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bertujuan untuk memberikan wadah berkreasi dengan menampilkan karya kreatif dan inovatif peserta didik sekolah dasar dengan mengedepankan sportivitas dalam pengembangan diri melalui kegiatan sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.
FL2N merupakan salah satu lomba siswa yang berjenjang. Dimana tahap seleksi dimulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional. Festival Lomba literasi nasional untuk sekolah dasar ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai sarana untuk membangun karakter, jati diri dan kebanggaan nasional.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Alhamdulillah..
SDIT Yaumi Fatimah Pati telah meraih kejuaran dalam ajang lomba FLS2N dan FL2N sebagai berikut:
🏆 *Juara 1 Lomba Gambar Bercerita* (Annisa Nur Fadhilah kelas 5)
🏆 *Juara 4 Menulis Cerpen* (Elyarisa Widya kelas 5)
🏆 *Juara 4 Cipta Pantun* (Rohmatus Sa’adah kelas 5)
Selamat untuk tim lomba FL2N dan FLS2N.
Jazakumullah telah gigih berlatih.
oleh Editor Dua | Agu 31, 2018 | Kabar Sekolah
Dasar Pemikiran : (QA. Ar Ruum : 37 – 38)
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
فَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.
Pelaksanaan Sabtu, 25 Agustus 2018 – di lapangan Alugoro
Jl. Raya Pati Tay KM 5 Pati
100% Hasil bersih untuk RUMISH BIAS YAUMI “Serius & gembira biayai Pendidikan Calon Ulama Warasatul Anbiya’ ”
Kegiatan Baksos dimaksudkan sebagai :
– Media Berbagi kepada sesama & wujud syukur atas limpahan rahmat Ilahi.
– Segala hasil yang didapat / timbul dari akibat baksos ini akan didonasikan untuk menyokong pendidikan kader Ulama yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
Dokumentasi kegiatan :




