Pupus sudah harapan saat ini untuk bisa menyelenggarakan KBM tatap muka. Pati memerah lagi indikator covid 19-nya. Terpaksa pembelajaran kembali dengan sistem daring, zoom class, video call, video online dan tentu saja didukung LKS yang menjadi indikator penyerapan materi yang diajarkan.
Bahkan pemberlakuan jam malam kembali diterapkan sebagai tanda bahwa kondisi saat ini tidak main-main. Keadaan ini semakin memacu Ustadz-dzah BIAS Yaumi Juwana untuk berkreasi dan tidak mati gaya dalam mengajar. Atraktif dan peraga pembelajaran wajib adanya, diupayakan maksimal bukan sekedar ‘ada peraga’.Semua bermuara pada satu tujuan, memberikan yang terbaik untuk anak didik dan bersama bisa melalui masa sulit ini tanpa kehilangan momen-momen indah masa kanak-kanak sebagai seorang pembelajar sejati. Alhasil berbagai inovasi dijabani dan harus punya banyak skill.
Segala upaya lengkap dengan target pencapaian materi belajar yang disajikan dengan grafik yang mudah dibaca lengkap dengan metodologi pembelajarannya semoga menjadi ikhtiar bersama untuk menyangga amanah mendidik generasi tauhid, sholih dan sholihah.Bravo untuk ustadz-ustadzah dan Tenaga kependidikan BIAS Yaumi Juwana.
Setiap anak pasti pernah berbuat “kesalahan”. Yang kita anggap sebagai “kesalahan” adalah perilaku yang kurang baik yang mereka lakukan seperti memukul teman, bicara yang kurang baik, merebut mainan teman dan sebagainya. Bagi anak usia dini, perilaku tersebut belum bisa mereka fahami sebagai perilaku buruk, yang mereka lakukan kadang adalah sikap reflek pembelaan diri atau perilaku meniru pada apa yang dia lihat. Ingat ya bunda..mereka belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pembentukan perilaku baik pada anak perlu kita bangun sedikit demi sedikit, bisa dengan pemberian reward ketika mereka berbuat baik. Reward tidak harus berujud barang, reward bisa berupa pujian atas sikap baiknya atau pelukan hangat sang ibu diiringi kata “ibu bangga padamu nak..kamu sudah bisa berbagi mainan dengan temanmu” Lalu bagaimana ketika anak kita melakukan “kesalahan” atau perilaku kurang baik? Sebagai ihtiar kita untuk membangun pemahaman mereka terhadap perilaku baik dan perilaku buruk, maka kita harus menegur mereka. Ingat ya bunda…ketika kita menegur dan memberikan nasehat pada si kecil kita harus melakukan ini : Pertama, 1/2 menit pertama kita tegur perilaku anak yang keliru, sampaikan pada mereka bahwa perilaku itu tidak baik, diharapkan tumbuh perasaan bersalah terhadap apa yang ia lakukan tadi. Kedua, 1/2 menit kedua, puji perilaku baik yang pernah ia lakukan sebelumnya, dengan lembut, disertai belaian sayang, untuk menumbuhkan citra diri yang positif bagi anak.
Semoga ihtiar kita mendidik generasi shalih dan shalihah yang ber-akhlaq mulia mendapat balasan pahala dan ampunan dari Allah SWT..aamiin
Penulis Ustadzah Purwanti (Kepala Sekolah PGIT Yaumi fatimah Pati)
============================= Follow us on : FB : Bias Yaumi IG : bias_yaummi YT : Bias Yaumi Official
Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah, bersih suci tanpa noda keburukan. Perilaku lingkungan dan orang-orang di sekitarnyalah yang akan mewarnainya. Maka sangat penting menjaga lingkungan di mana anak tumbuh.
Di usia ini inderanya sangat peka menangkap semua contoh dan model dari orang-orang di sekitarnya. Apa yang ia dengar akan disimpan di memorinya dan dengan mudah ia keluarkan kembali ketika ia sedang berceloteh. Apa yang sering keluar dari mulut anak kita saat ini? kalimat thoyibahkah? subhanallah..alhamdulillah..dst? atau hafalan doa yang kadang masih terbalik-balik? atau lagu-lagu Kpop yang sedang terkenal? dari situ akan kelihatan apa yang sering dia dengar dan telah termemori olehnya.
Perilaku yang dia lihat sehari-hari-pun akan menjadi model yang siap ditiru oleh si kecil. Bagaimana orang-orang terdekatnya bersikap? lemah lembutkah? mudah marahkah? penuh sayangkah? Maka jangan heran kalau si kecil akan berperilaku hampir sama dan meniru perilaku orang-orang di sekitarnya. Yuk kita selamatkan si kecil…dengan memberikan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangannya..
#sekolahunggulan
#sekolahislamunggulan
#playgroupyaumi
#daycareyaumi
#batitayaumi
============================= Follow us on : FB : Bias Yaumi IG : bias_yaummi YT : Bias Yaumi Official
Untuk mendapatkan informasi tentang sekolah Klik 👇…
http://biasyaumifatimah.com Semua ibu pasti punya idealita ingin mengasuh buah hatinya sendiri, dengan harapan dapat melihat tahap demi tahap perkembangan ananda. Namun bagi wanita karier tentu harus menghadapi realita, bahwa jam kerja membuatnya tidak bisa sepenuhnya memberikan pengasuhan pada ananda. Maka seorang ibu harus mencari “pengganti dirinya” sementara waktu, untuk menjaga, mengasuh dan merawat ananda.
Tentu saja “pengganti” tersebut harus yang terpercaya, yang bisa mengasuh ananda sepenuh hati, mampu mencukupi kebutuhan kasih sayang, perhatian, dan mampu memenuhi kebutuhan fisiknya. Sampai saatnya usai jam kerja ibunda bisa bersama lagi dengan ananda.
Alhamdulillah Day Care Yaumi Fatimah selama ini sudah terpercaya menjadi mitra bagi ibu-ibu yang berkarier. Mereka mempercayakan pengasuhan di Day Care dengan alasan lingkungan yang nyaman, bersih, fasilitas yang memadai dan pengasuhan di ampu oleh pengasuh-pengasuh yang berpengalaman, penuh kasih sayang.